Diciassette

1K 103 3
                                    

Selamat pagi wahai readers ku terlove.
Pasti ada yang mulai sekolah online, kan?
Sama, hikd.

Jangan Lupa Vote dan Comen yaa. Xixi

~~~~

Luna memakan gorengannya dengan kesal. Padahal ia berpakaian nerd, kok bisa ya, dia suka sama ku. Pikirnya.

Duarr

"EH POCONG!" Latah Luna.

Luna membuang pisang gorengnya dan melihat ke arah Lapangan sekolah. Luna terkejut tapi ia menormalkan kembali ekspresi nya dan tersenyum miring.

"Tak ku sangka, ayah dari jalang itu sedang membawa pasukannya, cih." Hina Luna.

Luna memasuki ruangannya dan memakai jubah kebesarannya sekaligus topeng agar orang sekolah tidak mengenalinya.

Luna loncat dari balkon dan berjalan ke arah lapangan sekolah.

Prokk

Prokk

"Sebuah kehormatan besar bukan? Seorang ketua Mafia nomor 3 di dunia datang ke sini, hanya karena anaknya tertembak, cih." Sindir Luna.

"Senang melihat, mu. Delano.." Luna berjalan dekat ke arah laki laki yang sangat ia benci.

"Beraninya kau, menembak anakku!!" Hardik Delano, dia ayahnya Clara.

Luna terkekeh. "Tangan ku gatal." Kata nya dengan santai.

"Lagian, aku tidak akan langsung membunuh anak mu." Katanya lagi.

Delano mengambil senapannya dan mengarahkan tepat di jantung Luna. "Aku akan menembak, Mu!"

Luna tersenyum miring dan berlari ke arah belakang Delano dengan cepat. Delano bahkan tidak tau bahwa Luna di belakangnya.

Bugh

Luna memukul tengkuk Delano dengan keras.

"Kau pikir aku tidak tau, Hah?! Kau mengirim salah satu anggota mu ke sekolah ini! Dan, anggota mu masuk dalam perangkap ku, haha." Ejeknya dan tergelak keras.

Kalian bertanya kemana semua guru, murid murid? Mereka berada di lantai 2 sambil sedang menyaksikan pertarungan antara Angel Of Death dan Ketua Mafia nomor 3 di dunia.

Takut? Tentu!
Ada yang menganggap keren, takjub.

Luna menembak punggung Delano. "Aku memberimu ketenangan selama beberapa bulan."

"Anakmu, akan ku buat dia menjadi gila, gila, dan gila!!" Ancam Luna dan ia menghilang dari lapangan dalam sekejap kedipan mata.

Murid murid semua sudah di pulangkan. Salah satu murid berjalan ke arah Delano. Dan, membantu Delano berdiri.

"Tenang ketua, balas dendam ini akan tetap berlanjut, Sampai dia mati."

•••

Luna menduduki dirinya di kursi kebesarannya. Hari ini, ia berada di kantor utamanya, sekretaris pribadinya menelfon akan ada Rapat penting.

"Masuk!"

Sekretaris pribadinya masuk ke dalam ruangan Luna dengan badan yang sedikit gemetar. Ia menaruh dokumen yang penting di meja Luna, tangannya gemetar.

Luna menaikan alisnya bingung. "Kau menahan boker? Sampai gemetar Seperti itu?" Tanya Luna.

Sekretaris nya menggeleng cepat sekaligus menundukkan badannya. Dan, keluar dari ruangan Luna.

The Dark Queen's Secret Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang