quattro

1.8K 131 0
                                    

Halooo. Aku udah update nih

Vote dan Comen yaa

Happy reading.

•••••

Selesai penyerangan Mereka bertiga pergi ke sebuah tempat dimana Luna akan membunuh musuh. Tiba lah mereka di gudang kosong. Letak gudang kosong itu di sebuah hutan larangan. Dimana orang orang sekitar mengatakan di dalam hutang larangan ada penunggu dan hewan buas. Luna menanggapi itu hanya tipuan belaka. Buktinya, dia sudah 5 tahun masuk ke dalam hutang larangan itu. Tidak ada apa apa. Bahkan, hewan buas sudah jinak kepada Luna.

"Buat apa kita kesini?" Tanya Zean sambil melihat kumpulan singa yang tidur di depan pintu gudang.

"Membersihkan hama" Jawab Luna.

Luna mendekat ke arah kumpulan singa yang sedang terlelap itu. Dan mengelus bulu halus mereka. Kumpulan singa itu mengerti dan menjilat wajah Luna. Kumpulan singa itu pergi dari hadapan Mereka bertiga.

"Ayo, kita masuk"

Leo dan Zean melihat 5 orang sedang diikat. Tubuh di penuhi luka dan darah, jangan lupakan Isak tangis yang terdengar.

"Kalian masih hidup? Aku kira sudah mati" Luna terkekeh.

"Mereka siapa kak?" Tanya Leo dan Zean bersamaan.

"Mereka yang ingin membunuh kalian berdua. Tapi, itu gagal karna aku 2 langkah di hadapan mereka"

Leo dan Zean memandang 5 orang yang sedang diikat itu dengan dingin.

"Beraninya kalian!!" Celetuk Leo.

Bughh

Zean menendang salah satu orang yang terikat.

Slebb

Leo melempar belati beracun ke arah perempuan yang terikat itu.

"Kalian begitu bodoh" Ledek Zean.

Luna yang melihat itu langsung mendekat ke arah 5 orang yang terikat.

"Bukan aku yang akan membunuh kalian, tapi adik adik ku" Luna berkata sambil menunjuk Leo dan Zean.

5 orang itu langsung menangis. menyesal? Sudah pasti.

Leo dan Zean langsung mendekat ke 5 orang itu dan menyisak habis habisan.

Bughh

Dorr

Slebb

Ctarr

Ctarr

Pukulan demi pukulan, tembakan demi tembakan. Ke 5 orang itu sudah meninggal dengan keadaan yang mengenaskan.

"Ayo kita pulang. Aku lelah" Mereka bertiga keluar dari tempat menjijikkan itu.

Luna memanggil sekumpulan singa dengan bersiul. Ia mencium satu demi satu kumpulan singa itu. Singa singa itu juga membalas ciuman itu dengan menjilat wajah Luna.

Leo dan Zean yang melihat itu sedikit bergidik ngeri. Singa kok dicium, di ngap baru tau. Eh astaghfirullah.

Leo dan Zean langsung menarik tangan Luna dan pergi dari tempat mengerikan itu.

"Kak, aku ingin pelihara elang" Ujar Leo.

Zean sedikit terkejut. "Buat apa bodoh?!"

"Biar keren"

Jawaban macam apa itu?! Astaga Leo.

Luna melihat ke arah Leo. "Kau yang membeli daging nya, kau yang mengurus kandangnya, dan membersihkan kandangnya".

Leo meringis mendengar perkataan Luna. Ia saja tidak tau merawat kucing milik Luna. Apalagi elang.

"Tidak jadi deh" Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Mereka sudah sampai. Luna langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Luna langsung masuk ke sebuah ruangan.

****

Luna disibukkan dengan cairan cairan berbau kimia. Ia sedang membuat racun. Bila ia berhasil, racun itu akan membuat seseorang hidup beberapa menit.

Gotcha!

Ia berhasil membuat 2 racun. Racun yang pertama berguna untuk menipu musuh. Kegunaan racun itu adalah, ketika ada seseorang mencium aroma racun itu, dia akan langsung meninggal tanpa kesakitan. Dan kegunaan racun kedua, jika racun itu terminum, orang itu akan kesakitan selama 2 menit, dan mati dengan keadaan mata keluar, lidah berbau bangkai.

Ia menyimpan racun itu di sebuah kulkas. isi kulkas itu dipenuhi dengan racun racun yang sangat mematikan. Sekitar 1000 racun yang berada di kulkas.

"Kak, ayo makan" Leo membuka pintu sambil melihat cairan cairan yang berbau aneh.

Leo menutup hidungnya sambil mengibaskan tangannya agar bau cairan cairan itu hilang.

Luna membuka masker yang kegunaannya agar ia tidak menghirup cairan cairan berbahaya itu.

"Kau duluan, aku membersihkan tangan ku dulu" Luna berkata dan memasuki kamar mandi.

Leo mengangguk dan keluar dari ruang eksperimen itu.

****

Mereka bertiga memakan makan malam dengan ketenangan. Mereka sudah selesai makan dan menyuruh maid untuk membersihkan piring piring mereka.

"Besok kita berangkat masing masing" Luna membuka pembicaraan.

"Lah kok gitu? Kenapa ga sama aja?" Zean bertanya sembari menopang dagu.

"Kan sudah ku katakan, di sekolah kita ada pem- Bully, dia akan mem- Bully siapa saja yang mendekati laki laki tampan. kecuali dirinya, ia menganggap dirinya paling cantik" Jelas Luna.

"Jangan salahkan aku, jika kalian di anggap pacar oleh dia" Luna terkekeh geli.

"Secantik apa sih dia?! Apa kau ada fotonya?" Tanya Leo dengan nada tidak santai.

"Kalian bisa lihat sendiri besok" Luna beranjak dari sofa dan ke kamar.

"SELAMAT MALAM!" Teriak Luna dari pintu kamar.

Leo dan Zean tidak menjawab. Mereka sedang bergelut dengan pikiran mereka.

"Eh Leo, besok kita harus bawa senjata. Takutnya, nanti ada penyerangan" Saran Zean.

"Emm, oke oke" Leo menjawab seadanya.

"Aku ngantuk. Aku tidur duluan yaa"

"Okee"

• • • •

Uhuyyy!

Udah update nih.

JANGAN LUPA VOTE DAN COMEN.

SEE YOU!

The Dark Queen's Secret Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang