Rachel sudah siap dengan seragam sekolahnya, jas jurusannya hanya ia selempang kan di bahu, rambut pendeknya ia biarkan tergerai.
Mobil BMW putih miliknya melaju mulus menuju kediaman seseorang yang akan ia jaga mulai hari ini, beberapa menit kemudian mobilnya berhenti didepan sebuah gerbang, satpam yang tahu dia siapa mempersiapkan mobilnya untuk masuk.
Rachel menekan klakson cukup keras kemudian seorang dengan balutan seragam yang sama dengannya keluar bersamaan dengan seorang wanita paruh baya, bisa Rachel tebak dia pasti ibunya.
Laki-laki itu masuk kedalam mobil dan duduk disampingnya, Rachel masa bodo lalu melajukan mobilnya dengan tenang. Tidak ada yang memulai pembicaraan, laki-laki disampingnya hanya diam sibuk memainkan handphone.
"Jangan langsung ke sekolah, masih pagi banget. Ke tongkrongan gue dulu." Ujar Bara, jam ditangannya menunjukkan pukul 06.20 masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah, yang membosankan.
Rachel diam, turuti atau tidak? apa dia bawa saja langsung ke sekolah?
Rachel tidak menuruti, selain jadi bodyguard dia juga harus melarang Bara melakukan kenakalan. Walaupun tadi dijalan Bara sempat men-dumel karena tidak menurutinya tapi akhirnya laki-laki itu pasrah juga dari pada bodyguardnya ini ngadu ke ayahnya.
Bara keluar duluan, teman-temannya sudah ia calling untuk langsung ke sekolah kumpul di parkiran karena ada masalah kecil, mereka mengiyakan saja ajakan tersebut.
"Bar!" Teriak Johan temannya di samping motor beat entah punya siapa.
"Tumben-tumbenan lo ngajak tongkrong nya di parkiran, ada apaan?"
"Tuh! nggak dibolehin sama itu-tuh!" Kesal Bara menunjuk cewek yang lagi senderan di mobil ngawasin dia dari jauh, ya nggak terlalu jauh sih.
Teman-temannya yang lain langsung pada tegak-in tubuh waktu Bara nunjuk cewek yang lagi senderan benerin rambut sebahunya.
"Rachel?" Seru Reyhan, kaget, karena dia sempat liat cewek itu di media sosial, tiba-tiba sekarang udah ada di depannya, berasa mimpi.
"Gila! dia Rachel kan?" Rizal yang dari tadi sibuk nge-game jadi ikut kepo.
"Rachel? cewek yang kemarin di berita itu? buset aslinya cantik." Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya senang.
"Dari kejauhan aja buat mata gue silau, apalagi dari deket." Johan menerawang dari kejauhan berakting silau jika melihat Rachel dari dekat.
"Dia beneran Rachel, Bar?" Altan teman dekat Bara kedua setelah Johan, sedangkan Reyhan dan Rizal hanya teman sekali main, cuma kalau ketemu.
Bara berdecak, teman-temannya ini berlebihan "Iya, bodyguard yang disewa bokap gue, Rachel."
"Tukeran yuk Bar! gue juga mau." Johan ngebet pengin kaya Bara punya bodyguard si Rachel.
"Lo pada tahu dia? kok gue nggak tahu? emang dia muncul di berita apaan?" Bara bingung, sejak kapan teman-temannya jadi suka lihat berita gini?
"Lo kudet Bar! handphone aja cuma buat nge-game sama scroll Instagram. Sekali aja nonton yang ber-faedah." Reyhan yang memang anti game online menimpali.
"Anjing Lo!"
Rachel menyeringai dari kejauhan, memantau Bara dan teman-temannya yang sedang bercengkrama, telinganya tajam jadi dia bisa mendengar jika mereka semua tengah membahasnya.
Matanya memicing, Rachel melangkahkan kaki panjangnya menghampiri Bara yang tiba-tiba didatangi cewek yang sekarang bergelayut manja di lengan Bara.
"Tolong jauhkan tangan kamu, jangan menyentuh Bara sembarangan." Kata Rachel, menepis tangan cewek yang seenak jidat menyentuh Bara.
"Bar dia siapa?" Tanya cewek itu, melirik Bara yang berdiri mencibir teman-temannya yang tengah mengagumi keindahan seorang Rachel dari dekat.
"Dia? gue nggak kenal." Ujar Bara, melirik Rachel sekilas yang terlihat acuh tak acuh. Memang benar kan kalo dia nggak kenal Rachel? Tau namanya aja dari mamanya bukan kenalan langsung.
Cewek itu maju selangkah "lo siapa ngelarang gue buat nyentuh Bara?" Rachel terkekeh kecil, maju mendekati cewek yang berani-beraninya hendak melawan, dia hanya menuruti perintah agar tidak ada orang yang sembarangan menyentuh Bara.
Rachel yang lebih tinggi maju selangkah "Davika, walaupun kamu pacar Bara, kamu tidak berhak menyentuh dia sembarangan." Ujar Rachel.
Davika menggerutu kesal menatap Bara yang juga menatapnya "Bara!" teriak Davika sambil menghentakkan kakinya kesal.
"Lo balik ke kelas Dav, nanti gue jelasin. Oke?" Davika menurut saat Bara menyuruhnya pergi dari pada ia bertengkar dengan pacarnya itu.
Rachel berbalik menatap Bara, mengeluarkan tisu yang biasa ia bawa di tasnya, mengambil lengan Bara yang tadi digelayuti oleh anjing kecil bernama Davika. Mengelap lengan cowok itu beberapa kali.
"Ehem! tukeran yuk Bar."
"Gue juga mau Bar, dipegang-pegang gitu sama Rachel."
"Mati aja deh lo Bar, biar gue aja yang gantiin posisi lo."
"Tidak usah didengar, sekarang kamu ke kelas." kata Rachel melirik jam dipergelangan tangannya, sebentar lagi bel masuk berbunyi.
Entah sihir dari mana, Bara menuruti ucapan bodyguardnya ini.
Jangan-jangan dia kena hipnotis? oke Bara mulai gila.
"Udah ayo ke kelas, jangan pada ngarep gue is death karena gue nggak akan biarin kalian gantiin posisi gue." ujar Bara tersenyum senang.
®©
LANJUT?
KAMU SEDANG MEMBACA
Bodyguard For Bara
Teen FictionMungkin bagi kebanyakan anak SMA masa-masa SMK jauh dari kata baik, padahal jika dibandingkan masa SMK jauh lebih menantang dan mengasikan. Seperti halnya kehidupan seorang Rachel Clandistiane, gadis berparas cantik dengan tatapan elangnya mengabdi...
