3.6

905 78 0
                                    

"Gue butuh bantuan lu"

Tubuh Kay terdorong ke samping, tidak jadi keluar kelas. Penyebabnya Te yang celingukan, melongokkan kepala di pintu lalu balik menatap Kay lagi.

"Tolongin gue"

"Buruan" Kay mendengus sambil memutar bola mata.

"Jane otw ke sini dan gue ada janji sama Hin"

Kay mengedikkan dagu artinya paham.

"Lu gantiin gue jalan sama Jane ya?" mohon Te dengan tangan menyatu di depan dada.

"Ogah" tolak Kay tanpa babibu. "Dia ngajak jalan bikin pegel doang. Liat-liat, beli kaga"

"Please, bantuin gue sama Hin" pinta Te.

"Tetap ogah ah"

"Kay..."

Usahanya belum berhasil ketika suara heels semakin nyaring terdengar. Te mengintip ke jendala kecil di daun pintu. Jane hampir sampai.

"Please, tolongin gue"

"Gue laper"

"Oke, ajak dia makan. Apa aja nanti gue ganti"

Jane berjalan penuh percaya diri, senyumnya tak kendur hingga ia berbelok ke ruang R-23 dan hampir menabrak seseorang.

"Hai, T-Kay, Te mana?" tanya Jane kecewa melihat Kay sendirian.

"Ta-tadi ke audit. MUBES"

Kay memang bisa diandelin. Dia tau kelemaham Jane. Kalo Te lagi rapat, gak mungkin perempuan itu bakal nunggu sampai kelar.

"Samperin gih" saran bodoh yang otomatis bakal ditolak.

"Enggak deh," Jane menggeleng. "Susah diganggung" lanjutnya.

Benar, kan. Jane paling malas nyamperin Te rapat. Ujung-ujungnya nyerah kayak waktu pertemuan panitia ospek.

"Mending makan sama gue" tawar Kay.

"Nope, sorry" Jane berputar meninggalkan Kay.

"Dasar centil. Kalo bukan demi Te, udah gue bekap kali" gerutu Kay habis itu buru-buru mengejar.

Disaat Kay berusaha ngajak Jane jalan, Akhirnya Te bisa nikmatin es krim sama Nyuwi. Bikin nostalgia waktu di Jogja.

Pertama kali pergi berdua, Nyuwi ngajak makan es krim di toko baru. Waktu itu Te kelamaan mikir dan berakhir pesan tiga rasa.

"Hin, Hin, HIN"

"Hmm," Nyuwi baru sadar dipanggil sampe tiga kali sama Te.

"Mikir apaan sih sampe gak noleh"

Nyuwi kesemsem dulu sebelum melahap es krim stoberi di sendoknya.

"Keinget pertama kali kita makan es krim. Gara-gara kelamaan mikir, mbak di belakang kita sampe kesel. Udah gitu kepesen 3 rasa lagi, persis kayak gini"

Coklat, Vanila dan Stoberi. Tiga rasa favorit Nyuwi semenjak kejadian itu. Gak peduli berat badan naik abis makan ketiganya sendirian.

Te tersenyum sambil mengingat juga. "Abis ini mau kemana?" tanyanya.

"Ini beneran gak ada kelas?" Nyuwi malah balik nanya.

"Enggak. Kamu ada? Kalo gitu aku anterin ke kampus"

Trilogy of Us | TayNew ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang