Nyuwi terbangun dengan nyeri di tengkuknya. Semalam ia tertidur sambil bersandar di pintu. Apa Te masih di luar?
Ia membuka pintu perlahan. Tapi hanya kresek hitam tergantung di gagang pintu luar. Berisi bubur ayam yang masih hangat dan secarik kertas di atasnya.
'Jangan datang kalau kamu sedih. Aku pergi bukan berarti nerima pernikahan. Kamu tau kemana hatiku kembali'
Hari ini resepsi pernikahan digelar. Pagi tadi Te menyempatkan diri membeli sarapan untuk Nyuwi sebelum berangkat ke gedung. Dan sepertinya Nyuwi tidak akan datang.
"NYUWIIII!" teriakan Gun nyaring melalui speaker ponsel. "Jelasin kenapa hari ini Kak Te nikah?!" lanjutnya sambil menggerutu.
"Ya...udah ada jodohnya" jawab Nyuwi santai sambil meletakkan ponsel tegak lurus di meja.
"Kenapa bukan sama kamu?!!" pekik Gun.
Reaksi Nyuwi cuma angkat bahu. Dia enggan berkomentar lagi karena suasana hatinya sudah jauh lebih baik sekarang.
"Nyu, aku gak bercanda. Katanya mau ngejar kak Te, kenapa malah kayak nyerah gini?"
"Semalam udah jelas," Nyuwi ambil ancang-ancang buat jelasin. "Kita sepakat buat berhenti. Mungkin emang gak berhasil, Gun"
"Gak, enggak. Pasti ada yang gak beres. Aku harus tanya langsung sama Kak Te" ujar Gun sambil geleng-geleng kepala.
"Lagian kita masih bisa saling sayang sebatas sahabat. Kayak Te bilang waktu nonton konser"
"Konser? Kapan?" alis Gun hampir kelitan menyatu di layar.
"Waktu aku nyatain perasaan. Pas nonton Nanon abis wisudaan Te"
"Nanon?" suara misterius tapi familiar tiba-tiba masuk. Sorot mata Gun mencurigakan ke belakang kamera.
"Ohhh yang dia datang ke rumah Mas nangis-nangis itu"
Kayaknya Nyuwi kenal, siapa lagi yang Gun panggil 'Mas' kalau bukan Jumpol. Dan beberapa saat kemudian dua wajah memenuhi layar ponsel Nyuwi.
"Nyu, Tawan tuh sayang banget sama kamu. Serius. Aku ceritain yang sebenernya terjadi malam itu" kata Jumpol.
Kilas balik ke malam selepas konser Nanon. Bel kediaman Adulkittiporn berdering tak henti. Mbak Siti keluar mengecek dan mempersilakan masuk tamu.
"Siapa Mb...ak?" Jumpol tercengang di pintu kamar.
Melihat sahabat datang dalam keadaan kacau siapapun pasti akan terheran dan bertanya. Seperti Jumpol sekarang.
"Nih minum dulu" Jumpol menyodorkan teh hangat untuk Te. "Kenapa lu datang-datang nangis?" tanyanya.
"Gue abis liat Nanon" kalimat pertama yang Te katakan semenjak datang.
"Terus, terharu akhirnya bisa ketemu idola lu?"
"Sama Hin" timpal Te.
Jumpol terkejut saat itu. "Bagus dong. Harusnya ajak gue biar double date"
"Dia bilang suka sama gue"
"Hah? Nyuwi nembak lu?" ini Jumpol gak salah denger kan. "B-bagus dong Wan"
"Tapi gue tolak" potong Te tanpa ekspresi di wajah.
Malahan Jumpol kebingungan. Maunya gimana sih, doi udah suka balik, ditembak pula malah lu tolak.
"Gue bakal ke Jakarta, Off. Gue harus lepas dia"
"Ya tapi—masa lu—?!" Jumpol dengan segala reaksi tidak terimanya protes.

KAMU SEDANG MEMBACA
Trilogy of Us | TayNew ✔
Fanfiction(selesai) Trilogy of Us: Tiga bagian kisah cinta kita. Warn; bxb,omegaverse,umpatan,lokal Start: 23/12/20 End: 05/03/21 Re-edit: 2022 * sebelumnya 'matahari yang salah' berubah menjadi 'trilogy of us' © nongrah, 2021 do not copy my stories!