EPILOG : iloveu.

1.7K 98 0
                                    

Dua hari sebelum bulan madu.

Kotak terakhir sudah masuk ke mobil. Mereka siap berangkat. Bukan buat bulan madu tapi angkut barang dari kosan Nyuwi sama dari rumah.

"Awas aja, gue bakal pindah ke sana juga. Gue teror kalian gara-gara bikin gue gak punya temen nge-jomblo" sungut Kay jengkel sebelum mereka pergi.

Siapa suruh milih jadi jomblo. Carilah pacar, Kay. Sat, Set, Sat, Set, nikah. Jangan kelamaan di bawa sana-sini. Ceramah Te entang bicara.

Kemarin beberapa perabotan baru yang Mamah beli tiba. Masih berantakan, kumpul jadi satu di ruang tengah. Sehingga hari ini mereka akan menatanya bersama dengan barang yang lain.

Penjaga gedung sigap membantu bawakan kotak begitu mereka tiba. Nyuwi keluar lagi untuk mengucapkan terima kasih namun bapak itu sudah tidak ada di sana.

"Te, bapak tadi kemana ya?"

"Udah turun kali"

Cepat sekali. Nyuwi menjulurkan kepala ke pintu, melihat ke arah lift yang sedang tidak digunakan. Kemudian mengedikkan bahu. Mungkin bapak tadi turun pakai tangga, pikirnya.

Nyuwi balik ke ruang tengah. Bantu membuka satu persatu kotak barang. Memilih mana yang harus ia tata duluan. Mari kita berkeliling sebentar.

Jenis apartemen mereka yaitu apartemen 1 BR alias satu bedroom atau satu kamar tidur. Jadi hanya ada satu bilik untuk tidur dan sisanya menyatu dengan ruang tengah. Kecuali kamar mandi.

Dari pintu depan, masuk melewati lorong yang tadinya kosong tapi sekarang sudah ada rak sepatu dan meja kecil. Lorong itu menghubungkan pintu dengan ruang tengah.

Di ruang tengah terdapat sofa bentuk L dipepetkan ke tembok. Pintu kaca yang pinggirannya diberi lapisan alumunium, bila dibuka angin dari balkon bisa masuk. Di samping sofa tadi lemari serbaguna berdiri kokoh dan tinggi. Terdapat banyak rak yang dapat menampung barang mereka. Mamah paling jago pilih interior.

Lanjut ke dapur yang tak jauh dari ruang tengah, cuma lima langkah dan konter dapur sederhana dilapisi keramik putih dan coklat. Ada westafel cuci piring dan kabinet bawah juga atas. Sangat minimalis namun nyaman.

Masih satu area dengan dapur, kamar mandi ukuran 1 meter pada lebar dan 2 meter pada panjangnya, memiliki pintu material kayu. Menghindari cipratan air pada kayu, perancang meletakkan bilik mandi. Selain itu wastafel dan kakus ditambahkan bersebrangan.

Terakhir ruangan yang paling menjadi privasi penghuni, kamar tidur. Ukuran kamarnya 3 meter pada lebar dan 4 meter pada panjang. Tidak terlalu sesak meskipun diisi satu kasur king size, lemari kaca dua pintu geser dan kabinet 6 pintu buat meletakkan TV. Tur kamar selesai.

"Te, lihat deh!" Nyuwi berseru dari luar kamar. Te buru-buru melihat.

"Kita harus pakai ini pas bulan madu" kata Nyuwi sambil nunjukin piyama pasangan hadiah entah dari siapa.

Ada-ada saja idenya. Te menaruh kotak yang isinya sudah ia keluarkan di kamar. Tersisa kotak berisi buku-buku yang akan diletakkan di lemari serbaguna.

"Tebak ini isinya apa?" Nyuwi mengajak Te main tebak-tebakan.

Tinggi kotak kira-kira setinggi pengharum ruangan otomatis. Makanya Nyuwi menebak demikian.

"Mug?" jawab Te ragu-ragu.

Dan jawaban yang benar adalah humindifier motif kucing.

"Lucu gambarnya meong~" ungkap Nyuwi menirukan suara kucing.

Te sepertinya masuk ke dalam golongan manusia super. Masa liat tingak Nyuwi yang gemesin tepat di depan matanya masih bisa tahan diam saja. Kalo aku sih udah cubitin pipi gembulnya.

Trilogy of Us | TayNew ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang