Haloooo akuu kembaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii,,,,,,,,,,,,,,,,
Dengan sebuah semangat yang paling ekstra....hehehhehe LAnjuuut......
maaf ya guys aku terlambat lagi buat update hehehe....
Dan maaf banget kalau ini banyak bnaget tyfonya hehhee...
siapkan diri kalian untuk lanjutin bacanyaaa hehehhee.....
cus ah monggo....
***
"Gue yakin, "Anti Virus" yang digunakan sama Yuki sama dengan yag digunakan "Melody". Kok bisa?" tanya Dimas lebih tepatnya pada dirinya. Angga yang mendengarnya menjadi was-was, "Ah, Jessy bisa teledor juga" Batin Angga. Kemudian Dimas mengirim sebuah pesan ke akun privasi. Dimas tersenyum, seolah ia bisa memastikan siapa orang yang menghandle semuanya.
***
"Gue bisa menemukan loe! Loe mau lari kemana lagi?" ketik Dimas pada email yang ia kirim. Dimas tersenyum bangga, karena akhirnya dia bisa mengalahkan dan mendapatkan kelengahan rivalnya itu. "Loe kayanya puas banget?" ucap Angga, "Jelas!! karena gue udah lama pengen jatuhin dia. Bukan bermaksud jahat, tapi dengan ini bisa jadi kemungkinan yang gue kira ternyata bener. Udah lama gue sebenernya nyelidiki semua ini, termasuk...." Ucapan Dimas tertahan dengan tangan Angga bertengger dimulutnya, "Apa pun anggapan loe, gue minta jangan sampe AL tahu dulu, paham!" bisik Angga dan Dimas menganggukkan kepalanya. Setelah tangan Angga terlepas dari mulutnya, Dimas memandang Angga "Sikap loe bikin kecurigaan gue semakin yakin" Ucap Dimas dengan tawa dan gayanya yang santai.
Sementara itu, Al yang tak memperhatikan Dimas dan Angga hanya terfokus pada handphonenya. Al mencoba untuk menghubungi Yuki dan Jessy, bahkan Al juga meminta orangnya untuk melihat kondisi keadaan Yuki dan Jessy di Ausi. Namun saat ini mereka belum juga memberikan jawabannya. Angga mendekati AL "Loe kenapa seh?" Tanya Angga, "Gue gak tenang, gue jadi kepikiran sama Yuki" Jujur Al, "Tenang aja, gue yakin Yuki ma Jessy baik-baik aja" ucap Angga meyakinkan AL.
"Bro, liat kesini" ucap Dimas membuat AL dan Angga dengan cepat menghampiri Dimas. Mama Angga menyuruh seorang pelayan keluar dan tiba-tiba datang seseorang yang sangat mereka kenal "Jasmine" ucap mereka bertiga secara bersamaan. "Ngapain cewek loe dirumah gue?" tanya Angga pada Dimas, "Mantan loe juga kali, ketemu mantan camer, mungkin." Asal Dimas dan dibalas toyoran pada kepala Dimas "Sumpah setelah gue putus sama Yuki, gue belum ketemu dia lagi secara langsung. Cuma via chat doang" lanjut Dimas. "Emangnya Jasmine kenal ma Nyokap loe?" tanya AL pada Angga, Angga menghela nafasnya "Sebenernya yang buat gue bisa kenal sama Jasmine dan akhirnya jadian, ya karena gue dijodihin ma nyokap gue. Meski bokap gak setuju, karena gue udah dijodohkan sama Yuki" Jelas Angga, Al mengangguk-nganggukan Kkepalanya. "Kalau loe kenal ma Jasmine dimana?" giliran Dimas yang ditanyai AL, "Gue temen satu komunitas waktu SMA, sayangnya dia gak serius nekunin tentang IT. Dia cuma ikut-ikutan aja, disana gue jadian sama dia dan putus karena orang tua kita ga setuju" Jelas Dimas dengan enteng, Angga menepuk pundak Dimas "Sob! gue gak nyangka kisah cinta loe tragis terus. Sabar Bro!!" Ucap Angga, "Loe ngasihanin gue, atau ngeledek gue? Sumpah dua-duanya gak enak" Ucap Dimas, "Sebenernya,,,, dua-duanya" Tawa Angga pecah. Al hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua sahabatnya. "Silanan loe,,, eh sialan" Kesal Dimas.
AL memperhatikan gerak gerik Jasmine, sementara 2 sahabatnya masih becanda dengan bahasan yang tadi. "Dim, Audionya bisa dikencengin ga?" tanya Al menghentikan pertikaian kecil mereka. Dimas segera fokus lagi "Bentar!" Ucap Dimas, "Tante, gimana perkembangannya? " ucap Jasmine, "Aman, sepertinya Yuki pergi dari sini" ucap Mama Angga. "Tante, terus gimana rencana selanjutnya?" Tanya Jasmine lagi. "Tante harap kamu bisa mendapat informasi dari Dimas. Dan Tante akan mendapatkan Yuki. Sebelumnya, tante akan menyingkirkan Jessy terlebih dahulu" ucap Mama Angga. Dimas, AL bahkan Angga hanya mampu terdiam mendengar percakapan mereka yang terdengar dengan samar-samar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody
Fanfictionsetiap kehidupan itu punya iramanya sendiri, dan memiliki komposisi nada yang berpareasi. begitupun ketika nada itu mampu membuat dua hati menemukan benang merah yang terhubung dal kehidupannya.. tentang dia, tentang nada dan irama dari sebuah kisah...
