Ada yang merindukan aku?? atau tepatnya merindukan Melody? heheheh..
sebelumnya aku mau minta maaf, karena ada beberapa hal yang membuat aku tak bisa menjamah watty, salah satunya kehilangan pegangan kang ilham hahhhaa.. hari ini aku nonton drama korea maraton, hahahahhaa jangan bully aku ya.. entah saat dimana ada adegan pertemuan kembali sepasang kekasih, itu membuat dada aku gemuruh dan langsung teringat Story ini,, ehhehehe.. receh banget ya inspirasinya hahahaha.
ya pokoknya, terimakasih yang selalu mendukung dan menunggu karya aku. Dan terimakasih atas semua dukungan kalian, terimakasih atas apresiasi untuk karya aku. Do'akan aku, agar ada jalan untuk bisa membukukan karyaku..
oh iya, mohon maaf lahir batin ya.. dan selamat lebaran ..hahahha dah lewat banget ya.. tapi gak apa-apa kan masih aman kan ehhehe
okeeeeee... kita lanjutkan...
***
Yuki menarik nafas dan menghembuskannya, untuk sekarang ini yang terbaik. Yuki kemudian memakai kacamatanya dan meninggalkan rumah Laksmana dengan sebuah taksi. Yuki akan meninggalkan Jakarta, ia harus meninggalkan semuanya disini untuk melindungi semua orang yang ia sayangi.
"Maafkan aku..." ucap Yuki..
***
Yuki menyalakan handphonenya, ia menekan salah satu nama yang tertera di ponselnya. "Jessy". Yuki tersenyum ketika ia mendengar teriakan disebrang sana, "Loe dimana? jawab gue loe dimana?" Jessy terdengar sangat marah, Yuki masih mendengarkan "Maksud loe apa? loe rusak semua CCTV gue, loe rusak semua akses gue, mau loe apa?" Jessy sangat marah, kecewa dan khawatir, Yuki tahu itu. "Jawab gueeee!!" teriak Jessy yang kini diiringi tangisannya. Yuki meneteskan air matanya "maaf" hanya kata itu yang ia katakan. Yuki mengatur nafasnya, "jaga diri kalian, jangan khawatirin gue. Gue akan baik-baik saja, dan tolong jaga semuanya buat gue. Gue nitip Nyokap gue, Angga, Dimas,,,,," Yuki terdiam sejenak menarik oksigen untuk memenuhi dadanya yang mulai sesak, "Dan tolong jaga Al" lanjut Yuki yang akhirnya meloloskan air matanya.
Tanpa menunggu jawaban apa pun dari seberang sana, Yuki langsung menutup telponnya dan ia menghapus akunnya dari handphone tersebut. Semua data menghilang, tapi ia membiarkan nombernya tetap aktif. Kini Yuki sampai ke bandara, sebelum keluar dan membayar argonya Yuki sedikit memajukan duduknya. "Pak, ini uangnya dan ini handphone buat bapak" ucap Yuki, Supir taksi itu terkejut, "Buat saya non?" tanya nya tak percaya, "Iya pak, dari pada saya buang lebih baik saya berikan. Semoga ini bermanfaat untuk bapak dan apabila ada yang mencari handphone ini, bapak tidak perlu khawatir. Mereka hanya mencari keberadaan saya" jelas Yuki dan supir itu mengerti, "terimakasih non, semoga apa yang sedang non alami saat ini segera berakhir dan Non menemukan kebahagiaan yang sesuangguhnya" tulus supir taksi itu. Yuki tersenyum dan mengaminkan do'a pak supir tersebut. Ia pun keluar dan memasuki bandara menuju penerbangan yang akan ia naiki.
***
Jessy tak percaya dengan apa yang ia temui pagi ini, seolah pijakannya runtuh dan ia kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terjatuh kelantai, Angga mendekati Jessy dan mendekapnya. "Kenapa dia tega ngelakuin ini sama gue, ngga?" tanya Jessy dalam tangisnya, "Apa gue gak berarti buat dia?" tanya Jessy lagi. "Loe tenang, kalau loe kalut kaya gini, kita gak akan bisa temukan jawabannya" ucap Angga menenangkan.
Al hanya terdiam seraya memagang selimbut yang ia temui diatas tubuhnya dengan Ipad yang masih ia genggam. Dalam lirik yang ia tulis tadi malam terdapat sebuah balasan, yang ia yakin itu Yuki yang menulisnya. "Terimakasih telah membuatku jatuh cinta dengan melody yang kamu ciptkan. Kamu berbeda, dan aku tahu alasan dia bisa dengan mudah jatuh hati padamu. Dengan tanpa sadar diwaktu bersamaan aku pun jatuh hati. Bedanya, aku jatuh hati pada setiap melody yang kamu ciptakan tanpa tahu siapa sosok itu. Dan beruntungnya dia, karena dia bisa lebih mengenalmu dan melihatmu menciptakan melody itu. Tapi saat ini aku bahagia, karena aku pun bisa melihat wajahmu saat membuat sebuah melody. Semoga kamu bisa mendapatkan kebahagian, kebahagian yang tanpa harus aku hadir dan menghancurkan semuanya. Terimaksih "aurora"" Al merasakan bahagia, kecewa, terluka ketika ia tahu jika Yuki memiliki perasaan yang sama namun ia menolaknya dengan waktu yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody
Fanfictionsetiap kehidupan itu punya iramanya sendiri, dan memiliki komposisi nada yang berpareasi. begitupun ketika nada itu mampu membuat dua hati menemukan benang merah yang terhubung dal kehidupannya.. tentang dia, tentang nada dan irama dari sebuah kisah...
