oke tanpa basa basi,, kita sikat bagian selanjutnya...
monggoooooooo....
hehehhehe itu kata kata yang tadinya mau akgu langsung upload, cuma pengen baca lagi biar ga ada yang miss gitu.. eh ternyata aku ga bisa langsung upload karena anakku sakit,, jadi fokus ke anak dulu hehehhe,, maaf kan yaa,, eh tau taunya ikutan sakit juga barengan sama anak pertama aku.. jadi dirumah ada 3 pasien hahaha
Tapi Alhamdulillah semua udah baik baik aja..
Sooo.......
okeee sekarang mah jadi nyok di lanjut hehhehe....
***
Yuki membuka liontin yang tergantung dikalungnya, 2 foto tersimpan disana. Foto Papa Mamanya dan foto Azzura, 3 orang yang sangat ingin ia lindungi saat ini. Sekuat apa pun kekuasaan yang dimiliki Papanya, pasti selalu ada celah untuk menghancurkannya. Salah satunya Yuki sendiri, ia tak ingin menjadi alat untuk mengancam keselamatan Orang tuanya dan semua yang ia sayangi.
"Aku selalu bangga menjadi salah satu Putri keluarga Keith" lirih Yuki.
***
Yuki sampai disebuah rumah minimalis dipinggiran kota, tepatnya didekat pesisir pantai. Lokasi yang sangat ia sukai, Papanya selalu tahu apa yang menjadi kesukaanya. Yuki masuk kedalam, sesuai apa yang ia harapkan untuk tinggal sendiri, Papanya benar membiarkan Yuki untuk menikmati kesehariannya sendiri. Yuki berjalan ke sebuah ruang tengah, sebuah note diatas meja ia temukan "Papa tahu kamu orang mandiri, dan Papa tahu kamu mungkin tak akan menjadi Melody untuk beberapa waktu. Tapi Papa ingin sekali mempersiap]kan sebuah ruangan untuk Melody, Putri Papa yang selalu membanggakan. Ada sebuah ruangan dilantai atas sebagai hadiah untuk Melody. Rumah ini memang Papa persiapkan sejak dulu, untuk kamu" Salam Papa "K". (jangan berpikir untuk berhenti berkarya, Melody)
Yuki tersenyum, ia sangat tahu jika Papanya sangat menyayanginya. Semua barang yang ia bawa sudah dimasukan semua dan ditaruh di depan pintu kamar utama. Yuki mempersilahkan semuanya untuk kembali pada tugasnya masing-masing. Yuki berjalan kearah area belakang rumah, Ada sebuah gazebo yang menghadap kearah pantai. Ia pun mengampirinya dan menjatuhkan dirinya disana, perjalanan yang cukup melelahkan dan hati juga pikirannya pun lelah untuk saat ini. Ia menikmati angin yang menyapa kulitnya, pandangannya menengadah ke arah langit biru yang membentang luas.
Kemudian Yuki membua handphone barunya dan mengaktifkan dengan akun "Aurezly" sebuah nama yang ia putuskan untuk memakainya. Sebuah nama yang setidaknya membuat ia merasakan selalu dicintai. Sebuah pesan dari Sam masuk dengan nomor yang berbeda, "Mereka menemui gue, dan gue hanya memberikan yang perlu mereka tahu. Dan Al benar-benar mencari loe dengan setengah putus asa. Itu laporan gue, dan kabarin gue kalau loe udah aman" Bunyi Pesan Sam. Yuki tak membalasnya, setidaknya dengan notive pesannya sudah ia baca menjadi sebuah jawaban untuk Sam.
Yuki membuka aplikasi note yang ada di handphonenya, sebuah gambar tulisan Al tersimpan disana. Yuki mengcopy tulisannya ke sebuah dokumen dan melanjutkan tulisan Al. Jika memang ia ditakdirkan untuk bersama, ia ingin lirik ini memiliki sebuah melody tentang dirinya dan Al. Yuki semakin yakin jika perasaannya ini semakin dalam pada AL.
Seketika Yuki teringat masa dimana Azzura sedang jatuh cinta pada Al, Yuki selalu mendengarkan semua yang Azzura lalui bersama Al, seolah ia pun ikut berada disana masuk dalam kisahnya. Aku yakin wajahku saat itu sama dengan ekspresi yang dimiliki oleh Azzura, seolah aku menatap diriku dalam pantulan cermin, dan aku tak tahu apakah Azzura menyadarinya atau tidak. Bedanya, aku mencintainya dengan Melody. Sedangkan Azzura benar-benar jatuh cinta pada sosoknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody
Fiksi Penggemarsetiap kehidupan itu punya iramanya sendiri, dan memiliki komposisi nada yang berpareasi. begitupun ketika nada itu mampu membuat dua hati menemukan benang merah yang terhubung dal kehidupannya.. tentang dia, tentang nada dan irama dari sebuah kisah...
