Dua puluh Enam (Persimpangan)

154 39 13
                                        

Hay aku kembali....
Gimana kondisi ditempat kalian? Semoga semua baik baik aja ya..

Oke deh kita lanjut aja ya....

***
Al baru saja turun dari pesawat dan kemudian ia mengecek handphonenya dan ada pesan dari Angga. Mata AL makin bersinar, karena keyakinannya semakin besar kalau Yuki ada disini. Di tempat pertama kali ia bertemu lagi dengan Yuki yang sangat ia cintai sejak SMA. Al pun bergegas menuju pintu keluar dan akan menunggu di cafe dekat sini. Al pun melihat sebuah cafe yang tak jauh dari Bandara, kemudian ia segera kesana. Saat ia masuk, ia berpapasan dengan seseorang yang sangat ia ingin temui. Al menatapnya, bingung karena penampilannya yang berubah, Al mentapnya yang semakin menjauh. Kemudian Al mengejarnya dan memanggilnya "Yuki" panggil AL dengan suara yang sedikit keras. Perempuan yang dipanggil Al terdiam tanpa menoleh kesumber suara.

***
Al mendekati perempuan yang ia panggil Yuki, namun ketika beberapa langkah lagi Al sampai padanya, ia kemudian lari menghindar dari Al. Al pun ga hanya diam, ia pun mengejarnya dengan sekuat tenaga. Namun sayang ia kehilangan jejaknya, Al melihat kesana kemari dan tak menemukan perempuan itu.

Dibalik sebuah tembok dengan tersembunyi, perempuan itu mengatur nafasnya "kenapa Al ada disini?" Ucapnya. Ia pun mengawasi Al, dan melihat Al kembali ke cafe yang tadi ia kunjungi, kemudian ia pun menelpon seseorang "Halo, loe jemput gue sekarang. Gue tunggu di parkiran B, jangan jemput gue di cafe" ucapnya. Kemudian ia bergegas untuk menuju parkiran yang ia maksud, "kenapa harus ketemu Al seh, kalau kaya gini otomatis keberadaan gue bakal ketahuan" kesalnya.

***

Jessy, Angga dan Dimas sudah sampai ke tempat dimana mereka janji bertemu dengan Al. Dimas melihat Al yang memegang handphonenya mencoba untuk menelpon dengan wajah yang khawatir, Dimas segera mendekatinya disusul Jessy dan Angga.

"Loe kenapa? ada sesuatu yang terjadi?" tanya Dimas seraya duduk disamping Al. "Gue liat Yuki, tapi dia ngehindarin gue" Ucap Al tanpa mengalihkan pandangannya dari Handphonenya. "Loe lagi ngehubungin siapa?" tanya Jessy, Al mengotak ngatik handphonenya "gue dapet kabar dari salah satu kenalan bokap gue, kalau dia ngeliat orang yang mirip sama Yuki. Tapi ini orang susah banget gue hubungi dari tadi" ucap Al.

"Coba gue liat?" ucap Jessy dan kemudian ia mencatat nomor yang Al masuk, kemudian Jessy membuka IPad pribadinya dan mengotak ngatiknya. Kemudian ia mendapatakan lokasi dimana nomor itu berada. "Gue dapet lokasinya, ini di Cayo Hueso. Disini tuh tempat kebudayaan dari Havana bahkan pemusik ternama juga tinggal disini. Gue jadi yakin Yuki ada disini juga" ucap Jessy dengan keyakinannya.

Angga beranjak dari duduknya, "kalau gitu tunggu apa lagi kita kesana sekarang. Semakin cepat semakin baik kan" Ucapnya dan Jessy mengiyakan. Kemudian mereka berempat segera menuju tempat yang dikatakan oleh Jessy. Sepanjang jalan Al mengingat pertemuannya dengan perempuan yang tadi berpapasan dengannya, yang ia yakini itu Yuki. Namun ada sesuatu yang mengusik sedari tadi, wangi yang tercium dari perempuan itu jelas berbeda dengan yang ia ketahui, tapi ia pun merasa tak asing dengan aroma itu. Al terus mengingatnya, entah siapa yang pernah memberikan kesan padanya dengan aroma seperti itu.

Setelah menempuh beberapa waktu, akhirnya mereka sampai ke tempat dimana GPS dari handphone ini berada. Jessy mengikuti sinyal yang ia tangkap, kemudian ia masuk kesebuah cafe yang unik. Dan petunjuknya pun berhenti disini, Jessy kemudian masuk diikuti ketiga sahabatnya. Jessy langsung berlari dan memeluk seseorang yang duduk bersama seseorang yang sedang menikmati minumannya. "Akhirnya gue nemuin loe" isak Jessy pecah, Al dan lainnya hanya terdiam dengan keterkejutannya.

Orang yang Jessy peluk juga sepertinya terkejut namun tak mencoba melepaskan pelukan Jessy, karena ia mengenalnya. Namun wajah kebingungan dan terkejut kini menghiasi raut wajahnya. "Jess" ucapnya, Jessy melepaskan pelukannya "loe jahat, tega sama gue. Loe ninggalin gue sendiri disana dan loe malah asyik nongkrong disini? loe ga sayang sama gue? loe ga mikirin gue sama sekali?" cerocos Jessy, orang yang dihadapannya pun hanya tersenyum kikuk. Angga pun mendekat dan Jessy sedikit bergeser, Angga pun memeluk "gue kangen sama loe, Yuk" ucapnya dan orang yang di panggi Yuki pun hanya mengangguk kecil. Dimas pun akhirnya mendekat dan memeluk Yuki setelah Angga melepaskannya, "Loe bener-bener kebangetan ninggalin gue! tapi gue seneng loe ga apa-apa" ucap Dimas dan memeluk erat Yuki.

MelodyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang