Tiga Puluh Lima (Awal dan Akhir)

354 43 23
                                        

hay semuanyaaa,, apakabar neh?? kangen akuu gaaak..

awalnya aku pengen ini disimpen dulu lho hehhe, tapi karena ada suatu hal jadi aku update duluan deh hhehehe,,

ini adalah part ending,,, do'akan agar "Melody" bisa menjadi sebuah karya nyata,,,

okee langsung aja yaaa..

***

"Bisa aja kalian ini! Mana bisa saya mendahului Kakak-kakak saya. Lagian saya ingin Jessy menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu, apalagi yang saya tahu kalau Dimas akan mengikuti coas untuk pendidikan Dokternya" Ucap Om Lucas. "Bagus, setidaknya ada seorang Dokter di keluarga kita, biar lebih beragam " Ucap Om Hartanto. Ya semua orang tua para insan sudah menyetujui dengan hubungan yang terjalin. Semua akhir yang akan menjadi awal dari kehidupan mereka nantinya kembali pada keputusan mereka sendiri, tapi yang penting adalah semua bisa kembali pada yang seharusnya dan tetap bersama-sama.

***

Yuki dan Azzura kini sudah sampai di depan rumah, Azzura terlihat berkaca-kaca sejak pertama menginjakkan kakinya tepat di depan rumah, dimana ia tumbuh bersama Yuki. Yuki menggengam tangan Azzura, Ia memberikan kekuatan pada saudara kembarnya. Azzura menatap kearah Yuki dan tersenyum, "Aku pulang" lirih Azzura, "Selamat datang Azzura" ucap Yuki dan mereka pun berpelukan. Tak terasa air mata mengalir  mengiringi keduanya.

"Ayo masuk, sayang" ucap Mama Aqeela, mereka berdua pun masuk kedalam rumah. rumah yang tetap sama seperti dulu, tak ada perubahan sama sekali. Ia menaiki tangga satu demi satu menuju ruangan yang selama ini sangat ia rindukan. Azzura kini sampai di depan kamarnya dengan ditemani Yuki dan Mama Aqeela. "Ayo masuk" ucap Yuki seraya merangkul pundak Azzura, dan Azzura pun membuka pintu kamarnya. Masih sama, semua tersusun ditempatnya. dan kini bertabur bunga di setiap sudutnya, Azzura sangat menyukai bunga. Azzura melangkah masuk, menyentuh setiap permukaan benda yang ada disana. Yuki mengikuti Azzura, meski ia tahu mungkin hanya bisa bertahan 5-10 menit didalam sana. Karena Yuki tak menyukai bunga, ia termasuk yang memiliki alergi akan serbuk sari bunga. Kini hidungnya mulai gatal, tapi Yuki ingin melihat semua ekspresi Azzura.

"Aku bahagia bisa kembali kesini, dan aku bisa memiliki ini semua lagi" ucap Azzura seraya menatap sudut dinding yang di renovasi dan tergantung semua medali yang Azzura dapatkan dan piala yang tersusun rapih. "Aku tahu, kamu kan yang buat ini semua?" tanya Azzura pada Yuki, Yuki mengangguk seraya mengusap hidungnya yang sudah memerah, dan bisa dipastikan Yuki akan merasa sesak nafas selang beberapa menit lagi. Azzura yang tahu pun langsung menarik Yuki keluar dari kamarnya.

"Aku udah disini, sekarang kamu istirahat. Aku janji gak akan kemana-mana" ucap Azzura dan Yuki pun menganggukkan kepalanya. Bibi sudah datang membawa minum dan obat alergi Yuki, "Dan ini yang kamu butuhkan sekarang" Ucap Azzura menyodorkan obat dan segelas air putih untuk Yuki. Yuki pun meminumnya segera, setelah itu ia pergi ke kamarnya.

Setelah Yuki menyimpan barang-barangnya, handphone Yuki berbunyi. Yuki tersenyum melihat sebuah pesan yang masuk. "Kamu sudah sampai?" bunyi pesan itu, "Bagaimana Azzura setelah dia pulang?". Yuki tersenyum, "Aku udah sampai, dan Azzura sedang menikmati waktunya dikamarnya. Kamu udah sampai?" balas Yuki. Dan tak lama sebuah Video call pun terhubung.

Yuki tersenyum ketika melihat wajah Al dihandphonenya. "Masih belum puas ya ketemu aku?" goda Yuki, "Sepertinya aku masih punya stok rindu buat kamu" ucap Al disebrang sana. "Stoknya jangan digunain terus, nanti habis" ucap Yuki, "Gak akan, malah nambah" ucap AL. Yuki tersipu malu, "Seneng deh, liat wajah kamu memerah gitu" ucap Al menggoda Yuki, Yuki hanya tersenyum. "Yuki, kalau malam ini aku ke rumah kamu boleh?" tanya Al, Yuki mengerutkan keningnya. Sepertinya AL memang sangat merindukan Yuki, "Aku ada acara makan bersama keluarga. Untuk malam ini, aku gak bisa nemuin kamu. Maaf ya..!!" sesal Yuki. "Oke, gak apa-apa. Masih ada hari esok" Ucap Al. "Kamu istirahat gih, kamu udah melakukan banyak hal buat aku" ucap Yuki. "Aku akan selalu siap melakukan apa pun buat kamu. Kamu juga istirahat ya, jangan lupa selalu tersenyum" ucap Al, Yuki menganggukkan kepalanya. "Sampai jumpa, My Melody" ucap Al, "Sampai berjumpa, Al" ucap Yuki.

MelodyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang