Hay aku kembali ,,, maafkan atas semua keterlambatan aku yaaa...
monggo dicekk saja saaay....
***
Al terduduk di sofa dekat kamar Yuki. Kemudian ia menulis sebuah lirik di handphonenya, tertulis dengan judul "Melodyku". Al mendapatkan inspirasi dari panggilannya pada Yuki. Mungkin mulai saat ini ia akan memanggil Yuki dengan sebutan itu, "Melodyku". Tak pernah surut dari wajah AL yang tersenyum ceria dan sesekali tertawa kecil kemudian memejamkan matanya, dan sesekali menggumamkan "Melodyku" dengan lembut dan penuh cinta.
***
Yuki terbangun dalam tidurnya, Yuki melihat ke sekelilingnya dan merasa heran. Karena yang ia ingat kalau dirinya tadi sedang duduk bersama Al di teras belakang. "Apa mungkin gue ketiduran dan Al mindahin gue ke sini?" gumam Yuki, kemudian ia memukul kepalanya pelan, "Aish,, kenapa gue malah ketiduran seh?" Yuki merasa ia melakukan hal bodoh di depan AL. Yuki agak gelisah, "Gue ngelakuin yang aneh gak ya di depan Al?" tanya Yuki pada dirinya. "Kalau iya gue ngelakuin hal bodoh, duh malu banget deh gue." rutuk Yuki pada dirinya.
Yuki menyandarkan tubuhnya, sekilas ia mengingat apa yang tadi ia lewati bersama AL. Yuki merasa ketulusan Al pada dirinya. Tapi rasa bersalahnya pada Azzura dan rasa takut akan hal yang sama terjadi pada Azzura membuat Yuki ragu akan perasaannya. "Tapi gue emang udah jatuh cinta saat itu, saat gue denger melody yang dia ciptain" gumam Yuki, Dan Yuki sadar ia selalu antusias ketika Azzura meceritakan sosok specialnya yang ternyata Al padanya. Yuki sadar bahkan sejak saat itu ia memang sudah bersikap jahat menyukai sosok spesial Azzura meski tak tahu siapa dia sebenarnya. Yuki menundukkan kepalanya diatas lututnya, "salah gak sih kalau gue sekarang ingin merasakan perasaan itu, memilikinya?" Yuki menerawang memikirkan Azzura, Yuki mengambil Handphone miliknya dan membuka sebuah galery. Yuki menatap foto Azzura yang tersenyum merangkulnya, "Ayuk, boleh gak seh gue gantiin tempat loe? boleh gak gue ngerasain perasaan ini? boleh gue bersama AL, orang yang loe cintain?" jika bisa Yuki berbicara dengan Azzura mungkin pertanyaan itu akan terjawab.
Tak terasa Yuki kembali meneteskan air matanya, "Gue sayang sama loe, Yuk. Kalau bisa gue gantiin posisi loe saat itu, mungkin loe sekarang udah bahagia sama Al. Maafin gue..." lirih Yuki, isakan tangisan Yuki makin dalam dan rasa bersalahnya pun kini makin dalam. "Kayanya, gue gak bisa kaya gini. Rasa bersalah gue lebih besar dari perasan gue. Rasa sayang gue sama Ayuk lebih besar ketimbang perasaan gue sama AL. Gue masih gak tahu kedepannya akan seperti apa. Kayanya keputusan gue udah bener buat menghilang dari kehidupan mereka" gumam Yuki.
Yuki menelpon seseorang, "Halo, Bisa besok pagi jam 9 kita ketemu?" Yuki menunggu jawaban, "KIta ketemu di rumah saya, atau lebih tepatnya kita ketemu di rumah kita, Tante!" ucap Yuki dan disetujui oleh orang diseberang sana. Yuki menutup sambungannya, kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya dan kemudian ia sedikit berlari kearah pintu. Yuki mengunci pintunya, ia melihat jam di kamarnya dan menunjukkan pukul setengah 3 pagi.
Yuki menelpon lagi, "Sam, tolong jemput saya? Kamu masih standby dekat sini kan?" tanya Yuki pada pengawal yang disiapkan Mamanya untuk Yuki. Yuki tahu kalau Mamanya menyuruh pengawalnya untuk menjaga Yuki di dekatnya, Dan Yuki kenal semua pengawal yang disuruh Mamanya. Dan salah satu Pengawal yang bisa ia andalkan adalah Sam, dia adalah teman kecil Yuki dan Azzura karena ia juga anak dari seorang pengawal kepercayaan Ayahnya.
Yuki membereskan beberapa Baju kedalam tasnya, Laptop dan Ipad pun tak ketinggalan. Kemudian Yuki menghapus semua akses di komputer kerja yang Jessy siapin dikamarnya termasuk semua mengosongkan semua data yang tersimpan. Yuki akan menghubungi Jessy setelah ia sampai Jakarta. Yuki kemudian meretas CCTV dirumah ini dan juga kunci Gerbang depan. Yuki keluar dari kamar dan ia terkejut meliha AL yang tertidur dengan Ipad ditanggannya. Yuki melihat sekilas lirik yang ditulis Al, "Melodyku". Yuki tersenyum dengan mata yang mulai memanas. "Terimakasih" Ucap Yuki dan kemudian ia meninggalkan AL setelah menyelimuti Al terlebih dahulu. Yuki kemudian bergegas keluar dari Rumah itu dan menyisakan satu CCTV bagian depan. Yuki berbalik dan menatap CCTV tersebut. Mungkin ini akan menjadi salam perpisahannya, Yuki melambaikan tangannya dan mengucapkan kata maaf dengan senyum yang ia paksakan. Kemudian Yuki kembali membuka Ipadnya dan seraya tersenyum menghadap CCTV kemudian menonaktifkan CCTV itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody
Fanfictionsetiap kehidupan itu punya iramanya sendiri, dan memiliki komposisi nada yang berpareasi. begitupun ketika nada itu mampu membuat dua hati menemukan benang merah yang terhubung dal kehidupannya.. tentang dia, tentang nada dan irama dari sebuah kisah...
