"Gue akan siapin semuanya setelah mereka mengirim detail dan instrumen yang loe minta. Jika itu oke, gue langsung proses semuanya. Gimana?" Ucap Jessy. Yuki mengangguk menandakan ia setuju, apalagi ia percaya dengan apa yang Jessy ucapkan. "Gue serahin semua sama loe" ucap Yuki.
***
Hari ini adalah hari yang dijanjikan Band Dimas untuk mengirimkan instrumen keduanya. Sudah 3 hari ini Yuki tidak bertemu dengan Dimas karena ia sedang mempersiapkan untuk hari ini. Hanya via chat atau telpon saja mereka berdua berinteraksi. Kini Yuki ada disebuah tempat yang tepat untuk para penikmat Buku atau musik. Yuki membuat sebuah cafe yang isinya buku koleksinya dan disini bisa membaca buku sambil mendengarkan lagu dan juga bisa memesan makanan untuk teman baca pun tersedia. Dengan tata ruang yang nyaman untuk menikmati semuanya. Bahkan tempatnya ini biasa digunakan oleh komunitas sastra.
Semua orang tau kalau Yuki pemiliknya, tapi yang mereka tak tahu adalah ada beberapa buku yang hasil tulisan tangannya, karena disana tertera nama lain. Yuki sedang asyik dengan dunianya tanpa ia sadari seseorang kini duduk tepat dibelakangnya. Orang itu mengenakan jaket hingga menutupi kepalanya dengan penutup kepala bawaan jaketnya. Orang tersebut sedang mengutak-ngatik sebuah aplikasi dilaptopnya, kemudian terdengar sebuah nada yang tak asing ditelinga Yuki. Bagaimana tidak, kalau ia sendiri sedang mendengarkannya meski sedikit berbeda, karena telah ia tambahkan dengan nadanya.
Sepertinya orang tersebut juga tidak mengetahui keberadaan Yuki. Yuki ingin menoleh kebelakang sekedar tau siapa yang memutar musik itu, namun enggan. Karena Yuki tau siapa pun dia pasti salah satu anggota band Dimas. Entah orang itu tau atau engga kalau tempat ini milik Yuki.
"Semoga aja dia suka sama karya ini" ucapnya, Yuki hanya mengerutkan dahinya. Suara itu ia kenal, itu suara milik Al. Dan benar saja pasti orang di belakangnya ini adalah salah satu anggota Band Dimas. Yuki hanya menunggu, tak lama Jessy mengirim sebuah pesan lewat Chatnya.
"Buka email sekarang, dan loe akan suka sama pesan satu ini" tulis Jessy, dan Yuki pun segera membuka email tersebut, dan ada satu pesan berbentuk audio yang masuk. Kemudian Yuki pun mendengarkannya, sudah ia duga. Karena sesuai dengan perkiraan Yuki bahwa sang pencipta ini sangat khas, punya ciri dan keunikan tersendiri. Yuki tersenyum, kemudian Yuki menelpon Jessy.
"Kirimin lagu itu sekarang sebagai bukti kalau aku setuju" ucap Yuki dengan tanpa sadar terdengar oleh Al. Tak lama sebuah email balasan dari pihak Melody masuk, Al pun langsung membukanya. Dan Yuki langsung beranjak dari kursinya, tepat setelah Yuki melangkah 5 langkah sebelum berbelok ke ruangannya Al menoleh kebelakang ketika ia ingat apa yang Yuki katakan tepat dengan email itu masuk.
"Kenapa feeling gue bilang barusan Melody?" Gumam Al. Dan Al kembali ke laptopnya mendengarkan sebuah lagu yang sudah sempurna. Al tersenyum bangga dan teramat bahagia, karena ada seseorang yang mampu melukiskan instrumen yang ia ciptakan dengan tepat. Karena membuat seorang Melody terkesan itu sangat susah, tapi sekarang ia bahkan diberikan jawaban berupa lagu yang sempurna. Setelah sekian lama tak pernah ia merasakan sebahagia ini, terakhir ia bisa tersenyum dengan bahagia adalah ketika ia mengenal sosok perempuan yang selalu tersenyum dan menampilkan sisi lain dari kebiasaanya ketika bersama Al. Namun saat ini ia tak bisa memilikinya lagi, karena perempuan itu telah bahagia dengan orang lain. Meski nyatanya ia kembali pada karakter yang selalu ia tampilkan.
Al seketika mengingat terakhir kebersamaannya, sebuah perkataan yang tak pernah ia pahami sampai saat ini, "Aku gak bisa ada untuk kamu lagi, kamu harus bahagia. Jangan tanyakan mengapa sampai kapan pun. Kecuali saat itu tiba, Dimana kamu mengetahui kebenarannya" sebuah perkataan yang ia dengar lewat telpon setelah ia berpisah dengan perempuan itu. Al kembali memejamkan matanya ketika kenyataannya itu ia kehilangan perempuan yang telah mengisi hatinya, hingga saat ini ia bahkan lupa tersenyum dengan tulus dalam hatinya. Namun tanpa ia duga, ia bisa merasakan hal itu karena sebuah lagu yang dikirim oleh seorang misterius di Dunia musik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody
Fanfictionsetiap kehidupan itu punya iramanya sendiri, dan memiliki komposisi nada yang berpareasi. begitupun ketika nada itu mampu membuat dua hati menemukan benang merah yang terhubung dal kehidupannya.. tentang dia, tentang nada dan irama dari sebuah kisah...
