Okeeh.. okeeh... Aku kembali hahahaha
Gimana gimaana?? Kabar kalian gimana??
Sudah siap diabetes hehehe
Tapi aku gak yakin neh.. hehehe semoga kalian suka ya....
***
"I love you too, Alfarezel" ucap Yuki tanpa memutuskan tatapannya. Al menarik Yuki dalam pelukannya, mendekapnya dengan perasaan yang tak bisa ia ungkapnya. Jika ada kata yang melebihi "bahagia" mungkin itu yang mereka rasakan.
***
Setelah Dimas berbicara dengan Yuki, Ian bergegas menemu Jessy. Ia mencarinya ke kamarnya namun Jessy tak ada disana. Dimas melihat Sam, dan Sam memberikan kode kalau Jessy ada di halaman belakang. Dimas pun segera menghampiri Jessy sedang duduk dengan wajah menunduk.
Dimas menghampiri dan berlutut didepan Jessy, tangannya terulur mengambil tangan Jessy dan itu membuat Jessy tersentak dalam lamunan, dan menatap Dimas dengan tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca. Dimas langsung memeluk Jessy, dan Jessy pun akhirnya menangis dalam pelukan Dimas.
Setelah dirasa reda, Dimas melepas pelukannya. "Aku minta maaf, mungkin aku belum bisa membahagiakan kamu. Tapi, aku sangat-sangat ingin kamu ada disampingku, mendampingiku disisa hidup aku. Aku mencintaimu Jessy. Mungkin aku masih menoleh ke belakang, tapi tolong temani aku untuk tetap melihat ke depan. Karena sungguh, aku ga mau kehilangan kamu. Ketika kamu marah pun aku gak tenang. Aku takut.." jujur Dimas.
Jessy menatap kedalam mata Dimas, ada ketulusan dalam matanya. Dimas Jujur dan sungguh-sungguh. "Aku mau mendampingi kamu. Karena aku udah jatuh cinta sama kamu sejak dulu, dan mengharapkan kamu dulu adalah hal yang mungkin aku rasa ga akan terjadi. Tapi saat ini, aku ingin berjuang. Berjuang sama kamu untuk bahagia. Seperti Yuki dan Al, aku juga ingin menemukan cinta sejati aku" ucap Jessy. Mata Dimas berbinar, dia bahagia akhirnya cintanya bersambut. Dimas kembali memeluk Jessy, "Terimakasih, aku gak akan menyia-nyiakan kamu" ucap Dimas, Jessy membalas pelukannya "aku juga akan berjuang tetap mempertahan kamu disisiku" ucap Jessy.
Dan hari ini kedua pasangan menemukan kebahagiaannya masing-masing. Sam yang melihat semuanya merasa lega, setidaknya tugasnya untuk menjaga para sahabat sekaligus saudaranya ini akan lebih ringan. Meski ia masih merasa iba dengan Azzura yang masih menata hatiny. Sam mendekati Angga yang sedari tadi masih duduk di meja makan "Perjuangaan loe masih panjang, gue harap loe mau bertahan disamping Azzura. Gue gak bisa mempercayakan posisi itu sama siapa pun kecuali loe. Gue harap loe tetap seperti ini sama Azzura " ucap Sam.
Angga menghela nafasnya, "gue tau kalau ini gak akan mudah. Tapi dari dulu gue sangat mencintai dia, walau dia cintanya sama Al. Tapi gue bertahan disamping dia. Dan gue pun akan ngelakuin hal yang sama lagi bahkan gue akan lebih kuat dari dulu" ucap Angga, kemudian ia menatap Sam "Dan loe gak perlu khawatir, gue gak akan biarin Azzura terluka" lanjut Angga. "Oke. Gue percaya. Gue siap-siap dulu" ucap Sam yang seraya meninggalkan Angga yang masih terduduk.
Angga pun beranjak dari duduknya dan ketika ia akan kembali ke kamarnya untuk membawa barang-barangnya, Angga melihat Azzura yang berdiri dengan semua barangnya disampingnya, Azzura tersenyum. Angga tahu Azzura mendengar semuanya, ia menghampiri Azzura "terimakasih, aku harap semua itu akan kamu tepati" ucap Azzura. Angga merapihkan rambut Azzura yang terlepas dari ikatannya, "aku akan berusaha mengisi seluruh hati kamu. Jika hal itu sudah terjadi, tolong kasih tau aku!" Ucap Angga dan Azzura hanya tersenyum seraya menganggukan kepalanya.
Angga pun bergegas mengambil barangnya dan kemudian kembali berdiri disamping Azzura. Dimas dan Jessy pun mengambil barang mereka masing-masing, begitupun Al, Sam dan Yuki pun kini sudah siap dengan barangnya.
Dimas menggandeng tangan Jessy dan mengambil alih barang Jessy. Al pun merangkul Yuki dengan barang Yuki yang sudah anteng ditangan Al. Sam mengecek kendaraan yang akan mengantar mereka untuk ke bandara dan setelah siap, mereka pun masuk ke dalam kendaraan mini bus itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody
Hayran Kurgusetiap kehidupan itu punya iramanya sendiri, dan memiliki komposisi nada yang berpareasi. begitupun ketika nada itu mampu membuat dua hati menemukan benang merah yang terhubung dal kehidupannya.. tentang dia, tentang nada dan irama dari sebuah kisah...
