"Apa kau pikir dengan menjadi seorang Pangeran, kau bisa melakukan apa saja?" Naeun berbicara sambil menyilangkan kedua tangannya.
Kai terdiam memandangi area luar balkon yang menunjukkan cerahnya hari ini.
"Aku tidak sengaja mendengar semua pembicaraanmu tadi. Aku tidak memintamu untuk menjelaskan semuanya, tapi kau telah melakukan banyak hal yang mengejutkanku. Bahkan aku tidak berpikir kalau kau merupakan pria yang seperti itu"
"Kau sudah mengetahuinya, jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Apa kau ingin aku segera menceraikanmu?" Kai menoleh ke arah sang istri.
"Apa?"
"Kau tahu? Aku sudah melakukan segala hal supaya bisa sampai pada tahap ini dan kau harus bekerja sama denganku untuk tetap mempertahankan hubungan kita berdua"
"Apa kau takut kalau kau akan kehilangan kesempatanmu untuk menjadi Raja dengan perceraian yang mungkin akan terjadi?"
"Benar. Tapi bukan hanya itu. Kau juga pasti sadar dengan banyaknya kerugian yang bisa kau dapat setelah kita berpisah"
Naeun terdiam sejenak.
"Aku sudah terlanjur terjebak denganmu dan tidak ada rencana apapun untuk mengakhiri semuanya. Terlebih saat aku baru saja melahirkan anakmu beberapa jam yang lalu. Sekarang aku tidak perduli lagi mengenai apa yang akan kau lakukan padaku untuk ke depannya. Aku hanya tidak ingin mengecewakan siapapun yang telah banyak mendukungku, terutama Ibuku"
"Sebaiknya kau tetap pada pemikiranmu itu. Aku tidak ingin kau membahas mengenai perceraian di depanku"
"Kurasa kau yang terlalu takut untuk mendengar kata itu keluar dariku. Tenang saja, Pangeran Kai. Kalaupun kau menyuruhku untuk kembali tinggal dengan Ibuku pun, aku akan menurutinya. Karena aku sudah cukup mendengar pengakuanmu waktu itu kalau kau tidak menyukaiku sejak awal. Jadi, lakukanlah peranmu seperti biasa di hadapan publik. Aku juga akan berusaha mengikuti permainanmu"
Kai sedikit tersenyum mendengar penjelasan panjang dari wanita ini.
"Aku tidak menyangka kalau kau akan mengatakan hal seperti itu setelah mengetahui semuanya"
"Apa kau tidak bisa melihat inti dari ucapanku tadi? Aku berusaha menyampaikan sesuatu padamu"
"Mengenai keinginanmu untuk bekerja sama denganku?"
"Tidak. Kau benar-benar tidak bisa membaca perasaan orang lain dengan baik"
"Apa maksudmu?"
"Eoh? Aku lupa kalau hanya wanita yang bernama Jung Soojung saja yang bisa kau mengerti"
"Kenapa tiba-tiba kau membawa namanya seperti ini?"
"Maaf, kau pasti merasa kesal sekarang tapi aku masih berharap kalau kau juga memperhatikanku dengan baik"
"Apa kau ingin membuatku merasa bersalah akan sesuatu? Aku sudah melakukan yang terbaik sebagai suamimu selama beberapa bulan terakhir"
Naeun menurunkan lengannya yang disilang tadi dan mulai menghela nafasnya pelan.
"Kau hanya memastikan kalau Jisung bisa lahir dengan selamat dariku. Setelah ini, kau pasti akan kembali pada sifatmu yang sebenarnya. Dan aku sedang mempersiapkan diri akan hal itu"
"Kau sama sekali tidak bisa menerima niat baikku selama ini. Dan kurasa aku menemukan sifat burukmu yang lain sekarang"
"Aku menyukaimu, Pangeran Kai"
Pria itu merasa bingung dengan pernyataan mendadak dari sang istri.
"Aku ingin kau mengetahui perasaanku selama ini padamu. Aku tidak akan pernah merubahnya meskipun kau masih menemui wanita itu di belakangku"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Crown Story
Fanfiction[COMPLETED] Seorang pangeran yang bernama Kai akan menjadi pewaris tahta kerajaan sang Ayah suatu saat nanti. Namun dia justru harus menikah selain dengan wanita yang dicintainya. Jung Soojung harus menerima keputusan itu dan menyuruh Kai mencari wa...
