"Om.. kalau boleh Zaell tau. Kyla sakit apa ya?"
Kevin hanya menatap kosong pintu ruang dimana Kyla dirawat. Didalam sana tubuh gadis lemah itu terbaring.
"Om" panggil Zaell lagi mencoba mengorek rasa penasaran nya.
Kevin hanya menoleh tanpa mengatakan sepatah kata pun. Tatapan nya pun menyirat kerisihan atas kehadirannya Zaell.
"Kyla baik-baik aja kan om? gak ada sakit serius kan? tolong jawab Zaell om" mohon Zaell dengan gemuruh didada yg hampir tak tertahan.
"Lebih baik kamu pulang"
Hanya kalimat itu yg keluar dari bibir Kevin. Bukan hanya membuat nya terasa terganggu, pertanyaan Zaell juga membuat Kevin semakin sedih.
"Zaell ga akan pulang sebelum Kyla sadar"
"Pulang Zaell. Om bilang pulang"
Zaell mengacak rambutnya dengan frustasi. Sungguh, ia sangat penasaran dan cemas. Sedari awal Zaell sudah menyadari ada yg aneh dengan Kyla. Dari gadis itu yg melenguh sakit pada dadanya, bibir yg pucat, tiba-tiba mimisan juga pingsan.
"Om" panggil Zaell begitu terlihat sedih.
"Kyla gak kenapa-napa. Kamu pulang sekarang, jika masih keras kepala-"
"Saya pastikan tadi adalah terakhir kalinya kamu melihat putri saya" sambung Kevin mengancam dengan tatapan kosong nya ke depan pintu.
Mau tak mau Zaell meninggalkan rumah sakit. Meski di lubuk hati nya sama sekali tak ada niat melangkah kan kaki nya pergi.
ΔΔΔ
"Kok balik ke sekolah lagi?" tanya Billy bingung.
Reno mengangguk tanda setuju dengan pertanyaan tersebut. Bukankan seharusnya Zaell menemani Kyla sekarang. Dan untuk mereka, sudah begitu keras membujuk Bu Teti agar mau memberi mereka izin untuk mengetahui keadaaan Kyla di rumah sakit. Tapi percuma saja, bu guru dengan segala sembur serapah nya itu tetap menuding bahwa mereka hanya ingin bolos.
"Gimana keadaan Kyla?" sela Zayn bertanya sebelum Zaell menjawab pertanyaan Billy.
"Ga tau, gue disuruh pulang sama om Kevin" jawab Zaell lesu.
Pandangan Zaell terhenti pada Tara yg menangis sambil menggigit bibirnya sendiri.
"Kyla kuat, doain aja cepet sembuh"
Tara mengangguk sembari mengusap air matanya yg lolos begitu saja. Sekarang sudah istirahat kedua, tetapi manusia-manusia bengal ini tak mau beranjak sedikit pun dari warung kak Ros. Sekolah sudah menyediakan kantin, tapi tetap warung kak Ros yg nyaman bagi mereka.
"Gue cabut, ngantuk gue. Mau pulang je lah" intrupsi Jeki memberi tau.
"Nanggung kali jek, udah mau masuk jam terakhir ini. Lo ga takut nanti bokap lo dipanggil ke kantor?" ucap Reno.
Jeki menggeleng dan mengangkat bahu nya begitu saja. Semuanya juga sudah tau tabiat Jeki yg satu ini tak begitu mudah hilang. Suka pulang duluan di jam terakhir. Kecuali kalau hari latihannya.
"Bokap gue mah ya iya aja, ga kaya bunda lo"
Mata Reno menatap Jeki intens seketika, ada rasa tak suka dengan kalimat tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zaell & Kyla
Teen Fiction(FOLLOW DULU YA!!) Sya Kyla Januarta, Gadis kecil Papa Kevin Januarta yg suka sekali mengintili Azraell Bragalian Wijaya. Kata Kyla ia sudah jatuh cinta pada Zaell disaat pandangan pertama. Di umur yg baru menginjak 8 tahun Kyla sudah merasakan jatu...
