Seperti nya besok-besok dan seterusnya Kyla ga akan mau untuk telat lagi jika tau kalau hukuman nya adalah berdiri di tengah lapangan sampe bel istirahat bunyi. Ia kira hukuman nya hanya memutik sampah disekitar sekolah ataupun menyiram tanaman mungkin?
Tapi ahh sudahlah ia sangat jera untuk telat, entah sudah berapa lama ia sudah berdiri di tengah lapangan dan juga ditengah para cowok nakal ini.
"Huh.. Zayn, apa bel nya masih lama bunyi?" tanya Kyla sembari mengelap peluh nya yg sudah bercucuran dari tadi.
"Hmm dibilang masih lama ya gak juga sih, tapi dibilang bentar lagi ya enggak juga" jawab Zayn plin-plan dengan cengiran membuat Kyla menatap nya datar.
"Bentar lagi kok neng, tinggal dua puluh tujuh menit doang, tahan ya neng" saut Billy menimpali.
"Kalo lo ga kuat, jangan di paksain duduk aja di tepi lapangan" timpal Reno juga.
Kyla mengangguk pada Billy dan Reno, ia juga melontarkan senyum pada cowok sedikit bertubuh gempal dan cowok berkulit hitam manis itu.
"Ga adil!, lo ga boleh kemana-mana lo harus tetep dihukum kek kita" larang Zaell merentangkan satu tangan nya di depan Kyla yg hendak beranjak.
Kyla memanyunkan bibirnya, kenapa Zaell tega sekali pikirnya. Mata Kyla seperti sudah memelas, membuat Zaell segera memalingkan tatapan nya ke arah lain. Bisa-bisa ia khilaf nanti melihat wajah menggemaskan yg Kyla tampilkan, apalagi dengan bibir maju beberapa senti itu.
"Ck, dasar lemah"
"Ha?"
Zaell masih tak mau menatap Kyla, padahal baru aja ia berdecak mengatakan Kyla lemah. Ya, Kyla tau decakan itu untuknya.
"Makanya jangan sok ikut telat kalo berdiri dua jam aja ga kuat, apalagi ikut upacara senin nanti, keduluan mati duluan kali lo ya" ucap Zaell tak berdosa.
Kyla hanya menghela nafas mendengar kalimat Zaell itu, sedangkan Zayn yg tak nyaman pada Kyla.
"Zaell jangan gitu" lirih Zayn.
"Ya ya kayaknya lo lebih di pihak tu cewek hantu dari pada gue yg sebagai kembaran lo, kemaren juga gitu kan?"
Zayn langsung menatap bingung Zaell yg berbicara entah kemana arah tujuan bicara nya itu.
"Lo kok gitu sih Zaell! gue cuma gak mau lo ngelakuin kesalahan lagi karna mulut pedas lo itu, gue ga berpihak pada siapapun" elak Zayn masih santai namun wajah nya sudah sedikit memerah.
Zaell ikut membalas tatapan Zayn, bahkan tubuhnya 100 persen sudah berhadapan dengan tubuh Zayn.
"Mulut gue memang gini! dan gue emang selalu ngelakuin kesalahan gimana dong? Seharusnya lo itu seneng Zayn! Daddy sampe lebih bangga punya anak kek lo, bukan kayak gue!"
"Dan jangan pernah buat ikut jadi nakal kek gue, cukup untuk kemaren dan hari ini lo ikutan telat sama kita, besok lo harus kembali jadi anak pinter dan good boy. Biar nasib lo ga kayak gue" sambung Zaell lalu berbalik hendak meninggalkan lapangan.
Zayn menghela nafas jengah, sungguh ia tak mau Zaell seperti ini. Ia bahkan tak membunyai niat untuk mengubah suasana menjadi renggang.
"Zaell! Gue sama sekali ga ada niat buat—"
"Apa ha?" potong Zaell cepat dengan langkah kaki nya yg sudah berhenti.
"Zayn.. Za—"
Bugh...
"Ehh, Woyy dia pingsan!!" teriak Gilang menopang tubuh Kyla yg sudah ambruk di lantai lapangan.
"Woyy kenapa pada diem sih!" murka Gilang pada teman-teman nya yg hanya kaget melihat wajah pucat Kyla.
"Sialan lo semua!" umpat Gilang lalu membopong tubuh Kyla membawanya ke uks.
---
"Pokoknya salaman dulu, baikan titik!" titah Leon pada si kembar.
Keduanya masih sama-sama memalingkan wajah. Apalagi si Zaell ia mana mau mengalah, mau tak mau Zayn lah yg pertama kali mengulurkan tangan.
"Zaell cepeten salaman! Kalo gak gue bilang sama Zoya nanti biar kalian di aduin ke bunda Putri" ancam Leon.
"Neh gue salaman kan udah kan?" tanya Zaell ketika membalas uluran tangan Zayn dengan tak ikhlas.
"Sekarang diantara kalian harus nemenin Kyla di dalem uks, gue mau lanjut ke kelas. Mulai sekarang kalian bantu gue jaga Kyla disekolah ini" titah Leon lagi.
"Zayn aja yg nemenin tu cewek hantu, gue mau makan ke kantin. Gue laper"
Leon menggeleng, dan itu membuat kening Zaell berkerut bingung.
"Gue ralat lagi ucapan gue yg tadi, bukan diantara kalian. Tapi lo yg bakalan nemenin Kyla di uks, urusan izin kelas biar gue yg izinin nanti. Yok Zayn kita masuk kelas"
Leon dan Zayn berlalu begitu saja meninggalkan Zaell yg mematung di depan pintu uks.
"Sial! Gue ditinggal? Leon sialan!"
Mau tak mau Zaell masuk ke dalam ruang uks, dilihatnya Kyla yg sedang terbaring lemah di bankar uks bewarna putih itu.
"Ngerepotin banget jadi cewek" omel nya mendekat dan duduk di kursi samping bankar.
Tiba-tiba mata Kyla terbuka, ia menyadari kehadiran seseorang di dekatnya. Jangan lupakan kalimat Zaell barusan cukup terdengar jelas ditelinga nya.
"Dah bangun lo!"
Bodoh Zaell! Kenapa lo pake tanya lagi sih, jelas-jelas cewek hantu udah bangun. Batin Zaell.
"Ma—maaf ngerepotin" lirih Kyla pelan.
Zaell hanya mengangguk, lalu mengambil bubur di nakas meja yg telah disediakan penjaga uks tadi.
Kyla pikir, bubur itu akan sampai kemulut nya. Namun, ternyata Zaell yg memakan bubur itu, tanpa bertanya apakah Kyla akan memakan nya atau tidak.
"Wekk buburnya ga ada rasa, lo ga usah makan ni bubur"
Kyla terkekeh kecil melihat ekspresi Zaell, sedangkan Zaell langsung meletakkan bubur itu kembali, ketika menyadari kekehan serta raut wajah Kyla yg mulai cerah.
"Jangan ngekeh lo!" bentak nya membuat Kyla seketika merubah raut wajahnya.
"Zaell.."
Zaell menoleh, tapi ia menyesal karna sudah menoleh. Harus nya dia jual mahal dong?
"Ga jadi deh hehe"
Zaell sontak memutar bola matanya dengan malas. Apa-apaan si cewek hantu itu? kok ga jelas banget.
"Astaghfirullah gue khilaf" ucap Zaell tiba-tiba sambil menutup matanya.
"Kee–kenapa?" tanya Kyla gugup, rasanya begitu ambigu, apa ada yg salah dengan dirinya?
"Gue lupa, lo suka liat mata gue berputar dengan males kan?. Dan barusan gue lakuin itu, gue ga mau ya lo kegirangan"
Sekilas senyum Kyla terbit, ternyata Zaell masih mengingat tentang ini.
Iya, aku suka liat itu Zaell. Masih suka liat mata males kamu.
"Enggak kok, sekarang ga lagi. Kamu tenang aja Zaell.."
Author nepetin janji neh, double up kan?😂
Dahlah, jangan lupa vote dan komen ya💋
Salam cerammut<3
Dee_Aput
KAMU SEDANG MEMBACA
Zaell & Kyla
Novela Juvenil(FOLLOW DULU YA!!) Sya Kyla Januarta, Gadis kecil Papa Kevin Januarta yg suka sekali mengintili Azraell Bragalian Wijaya. Kata Kyla ia sudah jatuh cinta pada Zaell disaat pandangan pertama. Di umur yg baru menginjak 8 tahun Kyla sudah merasakan jatu...
