Byurr...
"Uhukk.. Uhukhh aer oii aa—aer, gue keselek inih" pinta Zaell panik.
Zayn langsung menyodor kan es teh. Si Zaell dengan tergopoh-gopoh langsung meneguk es teh nya sampai tandas tak tersisa satu tetes pun.
"Lo bilang dia siapa tadi?"
"Kyla" jawab Leon lagi.
Zaell tertawa hambar lalu bangkit dan mulai meninggalkan meja kantin. Entah ada apa dengan Zaell yg pastinya itu menimbulkan tanda tanya besar untuk mereka yg masih duduk di kantin.
"Gue.. Mau nyusul Zaell dulu. Kyl, nanti kita ngobrol lagi" pinta Zayn yg dibalas anggukan oleh Kyla.
"Bang Zaell kenapa ya?" beo Tara kebingungan.
"Shock dia tuh" jawab Leon.
Sedangkan Billy dan Gilang yg tak tau menau tentang hal ini hanya diam dan menyibukkan diri dengan memesan makanan pada mbok Jani.
Disisi lain Zayn tau dimana arah kaki Zaell melangkah. Yg pastinya rooftop, tempat ini sudah jadi rumah kedua bagi Zaell. Jadi Zayn tak akan bersusah payah mencari keberadaan kembaran nya itu.
"Gue tau lo Zayn" ucap Zaell tiba-tiba.
Zaell menghela nafas lalu memutar tumit berhadapan langsung dengan Zayn yg sedari tadi ia ketahui kembaran nya ini mengikutinya.
"Lo bener-bener ga bisa ngenalin Kyla?" tanya Zayn to the point dan serius.
Zaell kembali tertawa hambar, ia merasa dibodohi sekarang, jadi Zayn sudah mengenal Kyla saat tadi Leon datang bersama dua gadis itu. Sedangkan dia sendiri?
"Zaell gue serius, berhenti ketawa!" bentak Zayn ketika ia sudah melihat Zaell mulai frustasi.
"Gimana gue bisa ngenalin dia ha?"
"Gimana Zayn?" sambung nya tak santai.
Zaell mulai memunggungi Zayn, ia masih tertawa hambar. Bodoh sekali ia, pikirnya. Kenapa ia tak bisa mengenali Kyla dengan melihat mata gadis itu?
"Terakhir kali gue liat dia kapan hm?" tanya Zaell.
"Ketika sahabat-sahabat nya daddy pada ngumpul dirumah, dan saat itu om Kevin, Kyla dan tante Caca juga dateng langsung dari singapura. Lo lihat Kyla pas kita di balkon kamar nya Zoya kan?, lo liat Kyla pas dia keluar dari mobil" jelas Zayn.
Zaell malah menggeleng, dan itu membuat Zayn semakin kebingungan. Setahu nya apa yg ia jawab barusan itu benar, terakhir kali si kembaran nya ini melihat Kyla saat ada pertemuan para sahabat daddy nya. Dan mereka menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama kelas 3.
"Kita memang liat Kyla dari atas balkon saat itu, dan cuma lo yg turun kebawah ngelihat wajah Kyla langsung. Dan gue?"
"Enggak kan?" sambung Zaell terdengar lirih.
Apa yg dikatakan oleh Zaell benar, hanya Zayn yg turun kebawah menemui para sahabat daddy nya termasuk menemui Kyla. Sedangkan Zaell hanya mengurung diri di kamar Zoya.
"Gimana gue bisa ngenalin dia tadi? dulu saat di balkon, gue cuma bisa ngenalin itu Kyla karna keluar dari mobil kuning nya om Kevin, gue ga bisa lihat dengan jelas wajah nya Kyla karna dia nunduk terus"
"Dan itu tiga tahun yg lalu Zayn, Kyla yg gue liat dari atas balkon itu berambut pendek, sama persis saat dia masih satu sd sama kita. Sekarang lo liat tadi? Rambut dia panjang kan?" sambung Zaell lagi.
Kalo begitu.. Bearti Zaell terakhir kali lihat wajah Kyla di masa sd sebelum dia pindah. Batin Zayn.
Zaell mencoba mengingat kembali pertemuan nya dengan Kyla tadi pas di depan kelas nya sendiri. Gadis itu selalu menunduk hingga rambut panjang nya itu sedikit menutupi wajah. Bahkan ketika gadis itu mendongak hanya mata yg berkaca-kaca yg tampak karna Zaell telah membentak nya.
"Kalo bisa gue tatap lebih lama matanya, gue bakal ngenalin dia ga peduli rambut nya pendek atau enggak. Tapi Kyla bahkan selalu nunduk! Ngelirik mata gue aja dia kek takut sama gue" lirih Zaell.
Oke, Zayn mengerti sekarang. Kembaran nya ini terlalu shock saat kedatangan Kyla yg tiba-tiba.
Dan satu hal yg Zayn bisa tangkap kali ini di mata Zaell. Rasa bersalah itu masih melekat di diri Zaell.
"Zaell.." panggil Zayn berhati-hati.
"Apa?"
"Lo.."
"Mau nyuruh gue minta maaf sama Kyla?, tadi lo nyuruh gue minta maaf juga lho sama daddy hahah" potong Zaell cepat dengan tertawa hambar di ujung kalimat nya.
Zayn berfikir mencoba bagaimana agar Zaell tak tersinggung dengan permintaan nya. Ia tau, Zaell itu sensitif. Ia tak mau salah bicara.
"Gue salah terus ya Zayn.." lirih Zaell terlihat pilu.
"Kenapa gue selalu bikin kesalahan yg begitu fatal?"
Zaell menerawang kembali saat-saat dulu dan seminggu lalu. Ia menyatukan rentetan kesalahan nya. Ia juga menyadari betapa brengsek nya dirinya.
"Lihat.. Bertahun-tahun lalu gue bentak Kyla sampe dia pindah, kyla juga berubah jadi pendiem dan penuh ketakutan saat liat gue. Dan seminggu lalu? Gue kelepasan bentak daddy dengan mulut menjijikan gue, bahkan sampe nonjok daddy.. dan bunda sampe nangis pilu gara-gara gue"
"Zaell.." panggil Zayn juga lirih, katika melihat satu tetes air mata Zaell lolos.
"Aghhhh gue brengsek Zayn! Gue brengsek!" pekik Zaell frustasi.
Zaell benci situasi sekarang, bagaimana ia bisa menghadapi Kyla nanti? kenapa rasa besalah nya semakin menggerogoti dirinya?
Zaell menoleh sebentar pada Zayn, ia bahkan tak menyerka tetesan air matanya yg jatuh ke pipi nya itu. Tanpa pamit dan aba-aba Zaell melengos begitu saja meninggalkan Zayn.
Tapi seketika diambang pintu keluar rooftop, langkah kaki Zaell terhenti.
"Lo pasti sebelumnya udah ketemu sama Kyla sebelum dikantin kan? Sampe-sampe lo sebut dia cewek hantu. Gimana? Apa Kyla ngenalin lo saat itu?" tanya Zayn tiba-tiba.
Berkali-kali Zaell mengingat pertemuan pertama nya dengan Kyla tadi, membuat ia bisa menyimpulkan sesuatu. Kyla sudah mengenalinya, iya.. Kyla sudah mengenalinya. Hanya saja gadis itu terlalu takut padanya.
Kyla bisa ngenalin gue Zayn.. Cuma Kyla ga punya keberanian untuk nyapa dan sadarin gue, kalo yg gue sebut cewek hantu itu adalah Kyla.. dia bahkan memilih pura-pura ga ngenalin gue dan dia ninggalin gue gitu aja setelah uang itu dikembaliin.
Yee double up nih gaess🤣demi tak ada kesalah pahaman dan tak ada yg nge-gantung wkwk.
Ehh btw yg part sebelumnya ada picture nya si Kyla itu maksud author Kyla nya persis kek gitu sekarang gedenya.
Salam cerammut<3
Dee_Aput
KAMU SEDANG MEMBACA
Zaell & Kyla
Fiksi Remaja(FOLLOW DULU YA!!) Sya Kyla Januarta, Gadis kecil Papa Kevin Januarta yg suka sekali mengintili Azraell Bragalian Wijaya. Kata Kyla ia sudah jatuh cinta pada Zaell disaat pandangan pertama. Di umur yg baru menginjak 8 tahun Kyla sudah merasakan jatu...
