10. Mimpi Buruk [revisi]

1.7K 315 16
                                        

Vote + coment !!
.
.
.


"Ngalah sama Alen ngapa bang!"

"Gak bisa! Abang juga pengen nonton tv."

"Sini-in remote tv nya."

"Gak."

"BANG LEO!" Teriak Alen juga menatap Leo marah

"Kenapa ribut-ribut?" Tanya Gibran yang turun dari lantai atas bersama Luna.

"Biasalah bocah lagi rebutan remote tv." Timpal Kevano datang dari arah dapur membawa nampan berisi minuman juga cemilan.

"Yasudah sini-in remote tv nya. Abang juga pengen nonton tv." Gibran merebut remote-nya dari tangan Leo

Gibran juga Luna duduk di sofa di ikuti kevano

Leo menatap Alen kesal begitu juga sebaliknya. Dari tatapan mereka seolah mengatakan 'lo sih!'

"kecelakaan pesawat terbang *** terjadi tepat pada pukul 05:00 sore, sebelum hilang kontak. Kecelakaan diduga terjadi di laut Jawa." suara Tv Mendominasi ruang keluarga.

Gibran juga yang lainya diam membisu

"I-itu kan!" Kevano tak sanggup berbicara. Tatapannya kosong ke arah tv yang masih menyiarkan berita kecelakaan.

Gibran menggelengkan kepalanya

"Gak!gak mungkin!ini pasti boong beritanya."

Alen juga Luna yang tidak tau apa-apa hanya diam menatap Gibran seperti yang orang frustasi.

Kevano segera mengambil ponselnya dari saku celana

Tutt tutt

"Shit!gak mungkin. Ini pasti akal-akalan mereka buat bikin surprise."

Alen terkejut ketika matanya menatap Leo yang menangis dalam diam.

"Bang Leo," Kata Alen seperti berbisik

Leo menoleh
Menatap Alen yang tidak dapat dimengerti

"Bang Leo kenapa nangis? Bang Gibran sama bang Kevano juga?" Tanya Alen

Luna ikut mengangguk

Namun Gibran hanya diam tidak menjawab

"Abang Luna gak boleh nangis! Bentar lagi kan kita mau jemput mama sama papa."

Gibran mengusap pipinya kasar

"Abang gak nangis tadi kelilipan aja."

"Tapi tadi-."

ARLEN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang