20 - Perpisahan

631 40 5
                                        

Happy reading

*****

Di SMA Angkasa sang the most wanted boy sedang asik bercanda gurau di kelas. Hari ini jam pelajaran ditiadakan karena guru-guru sedang rapat.

"Gays, gue mau ngomong sesuatu sama kalian berdua," ucap Danial tiba-tiba.

"Ngomong aja kali Dan gak usah basa-basi gitu gak cocok sama lo," sindir Adit.

"Ya udah iye gue ngomong sekarang, tapi lo pada jangan kaget ye." Aris dan Adit sama sekali tidak menghiraukan apa yang diucapkan oleh Danial.

"Besok gue udah gak sekolah lagi di sini," ucap Danial. Kedua sahabatnya malah saling tatap-tatapan dan tawa mereka pecah seketika.

"Hahahaha ... sumpah ini gak lucu Dan, lo mau ngeprank kita? Gak mempan Dan." Adit dan Aris menganggap jika Danial hanya bercanda.

"Gada kerjaan banget gue ngeprank kalian. Serah deh kalau lo berdua kaga percaya," kesal Danial.

"Ya elah Dan jangan ngambek kek gitu. Lo gak jago ngelawak udah terimain aja," sahut Aris dengan nada yang meledek.

Bel istirahat berbunyi. Aris dan kawan-kawannya memutuskan untuk pergi ke kantin. Seperti biasa Adit yang akan memesankan makanannya.

"Mau makan apa?" tanya Adit kepada kedua sahabatnya itu.

"Kaya biasa, oh ya nih uangnya. Gue traktir kalian berdua," ucap Danial sambil menyodorkan uang kepada Adit.

"Widih tumben banget lo traktir kita," sindir Adit.

"Udah lah terima aja kali-kali si Danial yang traktir kita jangan gue mulu," ucap Aris menyudahi. Sejak tadi mereka hanya berdebat tidak mementingkan perut sahabatnya yang sudah kelaparan.

Mereka menghabiskan pesanannya masing-masing. Saat sedang asik ada seorang siswi menghampiri mereka bertiga. "Dan, lo dipanggil sama kepsek tuh," ucap siswi itu.

"Mau ngapain?" tanya Adit heran.

"Gak tau gue cuman disuruh manggil Danial doang," sahutnya lagi.

Danial langsung bangkit dari duduknya dan bergegas pergi menemui kepala sekolah. Setelah mengucapkan salam, Danial langsung disuruh masuk oleh kepala sekolah.

"Ada apa ya, Pak?" tanya Danial bingung.

"Gini, surat pindahan sekolah kamu sudah selai. Besok kamu sudah bisa bersekolah di SMA Nusantara," tutur Bapak kepala sekolah.

"Baik, Pak," sahut Danial.

"Ingat pesan Bapak, kamu harus tetap menjaga nama baik sekolah ini di sekolah baru kamu nanti," ungkap Bapak kepala sekolah.

"Insyaallah, Pak. Saya tidak akan mencoreng nama baik sekolah ini," ucap Danial percaya diri.

"Oke, kalau begitu kamu boleh kembali beristirahat."

"Baik, Pak. Terima kasih," sahut Danial dengan senyum di bibirnya.

Danial langsung kembali ke kantin menemui kedua sahabatnya. Tatapan mereka berubah ketika Danial sudah duduk di kursinya. "Kenapa liatin gue kaya gitu?" tanya Danial.

"Lo habis ngelakuin apa sampe kepsek manggil lo?" tanya Adit.

"Apaan sih, gue gak ngelakuin apa-apa kali," sahutnya santai.

Bel masuk berbunyi. Semua murid berhamburan masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Begitupun dengan para the most wanted. Mereka mengikuti jam pelajaran sampai bel pulang berbunyi.

INSECURE (Segera Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang