Happy reading
*****
Hari ini sangat panas sekali, membuat para murid SMA Nusantara kepanasan ketika disuruh berkumpul di lapangan. Entah apa yang akan dibicarakan oleh guru-guru.
"Ada apaan sih ini."
"Gila emang ya udah kek ikan asin aja dijemur."
"Lama banget dah tuh guru-guru."
"Mereka enak masih di ruang guru, lah kita kepanasan di sini."
Begitulah ocehan para murid yang sudah tidak sabar ingin kembali ke kelas. Beberapa menit kemudian, barulah seorang guru menaiki panggung.
"Baik anak-anak, alasan ibu mengumpulkan kalian di sini karena ada hal penting yang harus ibu sampaikan. Minggu depan SMA Nusantara akan berulang tahun. Kami para guru memutuskan untuk mengadakan pentas seni. Kalian semua yang ada di sini harus berpartisipasi dalam meramaikan acara, terutama anggota OSIS. Saya harap acara ini bisa berjalan dengan lancar. Kalian bisa berdiskusi dengan teman sekelas kalian. Persiapkan acara ini dengan matang, jangan sampai ada yang terlewatkan," ucap Bu Leni selaku guru kesiswaan.
"Baik, Bu," sahut para murid serempak.
"Kalau kalian sudah paham, silahkan masuk ke kelas masing-masing dan melanjutkan jam pelajaran yang sempat tertunda," perintah Bu Leni.
"Ya bu, saya kira bakal dipulangin," celetuk salah satu murid.
"Enak saja kamu ini, cepat masuk ke dalam kelas jangan sampai ada yang ketahuan bolos sama saya," geram Bu Leni.
Akhirnya semua murid kembali ke kelas, begitupun dengan Airen. Dia sedang kebingungan sekarang. Entah apa yang akan ia tampilkan nanti.
"Ren, lo mau nampilin apa?" tanya Syafira penasaran.
"Gak tau, gue bingung mau nampilin apa," lirih Airen.
"Lo ikut main basket aja sama gue gimana?" saran Syafira.
Mendengarkan ucapan Syafira barusan, Airen menghembuskan napas kasar. Bagaimana bisa Syafira mengajaknya bermain basket, sedangkan Airen sama sekali tidak bisa memainkan bola besar tersebut.
"Jangan aneh-aneh deh, Ra." Airen memalingkan pandangannya ke arah jendela.
"Ya terus lo mau ngapain?" tanya Syafira lagi. Tidak ada bosen-bosennya anak itu bertanya perihal apa yang akan ditampilkan oleh Airen.
"Duh kok lo bawel banget sih, gue harus mikir dulu kali," lirih Airen.
"Y-ya udah sorry," sesal Syafira. Kini mereka melanjutkan pelajaran yang sempat terhenti.
Bel berbunyi menandakan pembelajaran telah selesai. Semua murid berhamburan mengisi kantin. Kantin yang sejak tadi kosong dan sunyi, kini telah berubah menjadi tempat yang ramai.
Ray yang baru saja keluar dari kelasnya, berniat untuk menghampiri sang pacar. Tapi niatnya ia urungkan karena melihat Ghina yang berjalan menghampiri dirinya.
"Hai," sapa Ghina.
"Hai," sahut Ray.
"Lo mau ke kantin kan? Gue ikut ya," pinta Ghina. Ray yang mendengar ucapan Ghina tersebut lantas membulatkan matanya kaget. Kenapa Ghina seperti ini? Bagaimana jika Airen melihat dia sedang berduaan dengan Ghina?
KAMU SEDANG MEMBACA
INSECURE (Segera Terbit)
Teen FictionCOMPLETED!! Gadis cantik dengan penampilan sederhana membuatnya menjadi bahan bully-an teman-temannya. Berhati malaikat yang sering kali menutupi kesedihannya. Bertarung hebat dengan perasaannya, bertahan atau mengikhlaskan. Dia adalah Airen Nasha R...
