Chapter 7-Dunianya 1.1

1.7K 389 22
                                        

—Kopi Klotok Kaliurang, Yogyakarta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kopi Klotok Kaliurang, Yogyakarta.




"Pisang gorengnya mau tambah berapa?" Tanya Fani.

"Dua porsi!" Jawab Chandra dengan penuh semangat.

"Eh, nitip pesenin es teh lagi, dong!" Pesan Lucas.

"Gue juga! Minta es-nya tambahin dikit," sambung Juan.

"Ada lagi yang mau nitip? Biar sekalian dipesenin," kata Nabilla.

Mereka kompak menggeleng.

Nabilla dan Fani segera masuk ke dalam warung, hendak memesan titipan Chandra, Lucas, dan Juan.

Veronica—yang tadinya sedang sibuk membaca skripsi milik kakak tingkat melalui website— mengalihkan pandangnnya. Memerhatikan tiga cowok itu. "Mabok pisang baru kapok lo pada."

Johnatan terkekeh geli. "Ini akibat manusia perut black hole dijejerin. Jadi maruk, kan."

"Kayak lo enggak black hole aja. Biasa juga rakus," ejek Veronica.

"Gue rakus cuma kalau lagi ditraktir. Kalau bayar sendiri, perut gue mendadak kapasitasnya jadi normal," ucap Johnatan membuat Veronica memutar bola matanya malas.

Sore ini anggota Organisasi PERMAMSA mengunjungi Warung Kopi Klotok di Jalan Kaliurang. Rencananya mereka akan berdiskusi terkait pembagian tugas dan juga project yang telah direncanakan sebelumnya. Jika biasanya mereka selalu berkumpul di apartemen Leo, kali ini semua anggota sepakat untuk mengadakan pertemuan di luar ruangan. Hitung-hitung sekalian refreshing dan mencari suasana baru.

Sebenarnya letak Warung Kopi Klotok cukup jauh dari apartemen Leo. Masih banyak sekali cafe yang tempatnya lebih strategis. Namun, tempat ini memiliki keunggulan tersendiri. Tidak heran Warung Kopi Klotok jarang sekali sepi pengunjung.

Beberapa orang sering menyebut tempat ini sebagai cafe dengan budget yang ramah. Selain karena menu makanannya terbilang cukup murah jika dibandingkan dengan cafe kebanyakan. Warung Kopi Klotok juga menyediakan tempat untuk nongkrong yang menyenangkan. Pengunjung dapat menikmati makanan di dalam ruangan, di teras, maupun di luar ruangan. Sedangkan di luar ruangan telah disediakan tikar untuk duduk lesehan.

Karena cuaca sore ini sedang sangat baik, Veronica dan teman-temannya memilih menggelar tikar di luar. Menikmati pisang goreng yang masih hangat, angin sepoi-sepoi menyejukkan, juga pemandangan Gunung Merapi.

"Otw-nya Jaeffry dari luar negeri, ya? Udah setengah jam bilang on the way tapi belum kelihatan batang hidungnya sampe sekarang," celetuk Yudha.

"Sama kayak lo, kan?" Dominic menyesap kopi hitamnya. "Bilangnya on the way padahal baru bangun tidur."

Sindiran Dominic mengundang gelak tawa.

TEMAN TAPI NGAREPTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang