Chapter 31-Patah Hati Lagi

1.8K 375 38
                                        

•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





'Gue enggak bisa leluasa tanya soal Alex kalau kalian berdua ada di sini.'

Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di telinga Johnatan. Bahkan wajah Veronica saat mengucapkannya terekam jelas di memori otaknya.

Beberapa jam sebelumnya, Johnatan sempat mengira hari ini akan menjadi hari paling membahagiakan untuknya. Alasannya sangat sederhana, kapan pun dan apa pun yang dilakukan jika bersama dengan Veronica akan menjadi special untuknya.

Johnatan bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya bernapas, tanpa ponsel, tanpa internet asal bersama Veronica. Dia tetap bisa bahagia selama ada Veronica di sisinya. Tetapi, cewek itu malah merusak hari baiknya dengan menyebut nama cowok lain di hadapannya.

Harapan Johnatan tentang kemungkinan-kemungkinan Veronica menyimpan perasaan padanya seketika runtuh. Dia sedikit menyesal membiarkan dirinya kembali jatuh pada harapan yang dia ciptakan sendiri.

Benar kata orang, tidak semua harapan selalu menjadi kenyataan jika memang bukan takdirnya. Beberapa harapan selamanya akan tetap menjadi sebatas angan-angan. Kelak hanya ada dua kemungkinan; dikenang atau diikhlaskan.

"John?"

Panggilan itu memecah lamunan Johnatan. Refleks dia menolehkan kepala, membalas tatapan bingung Alisa. "Iya?"

"Lo enggak papa?" Alisa menatap khawatir.

"Enggak papa," Johnatan memaksakan seulas senyuman.

"Yakin? Dari tadi gue perhatiin lo bengong terus," kata Alisa seketika membungkam bibir Johnatan.

Selama ini cewek itu sudah sangat baik padanya. Saking baiknya, Johnatan sampai bingung bagaimana cara membalas kebaikan Alisa. Karena itulah Johnatan tidak pikir panjang saat Alisa meminta tolong padanya untuk menemani cewek itu membeli kado. Niat awalnya seperti itu, tapi tidak tahunya Johnatan malah mengacaukannya. Sudah lupa janji, banyak melamun pula. Johnatan benar-benar merasa bersalah pada Alisa.

"Sorry lagi enggak fokus," Johnatan melirik paper bag di tangan Alisa. "Eh, tadi jadinya beli kaus yang putih atau hitam buat kakak lo?"

"Kan, jadinya beli sepatu."

Sial.

Lagi-lagi Johnatan mengacaukannya. Inginnya mencari topik agar suasana tidak canggung malah berakhir semakin canggung.

TEMAN TAPI NGAREPTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang