Chapter 28-Melanggar Rules

1.5K 385 14
                                        

•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Pepatah bilang seekor keledai tidak akan jatuh di lubang yang sama sebanyak dua kali. Namun, Johnatan yang notabene manusia justru dengan ikhlas menjatuhkan diri di lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Sebelumnya, Johnatan pernah salah mengambil langkah. Mengikuti saran Jaeffry, Juan, dan Yudha untuk menghubungi Alisa dengan alasan ingin berteman. Membuatnya terjebak dalam perasaan bersalah yang sebenarnya bisa dihindari jika dia tidak mendengarkan saran teman-temannya. Seharusnya kejadian itu membuat dia kapok menuruti saran teman-temannya.

Namun, di sinilah dia berada. Berdiri tepat di depan pintu ruang diskusi dengan tangan berkeringat dingin.

Ruang diskusi adalah salah satu fasitas yang disediakan kampus. Pengunjung perpustakaan boleh menggunakan ruangan itu dengan catatan tidak boleh membawa makanan. Perpustakaan hanya menyediakan tiga ruang diskusi, dilengkapi satu komputer, meja panjang, dan AC. Setiap mahasiswa hanya diizinkan meminjam ruangan maksimal dua jam.

Johnatan menundukkan kepala, membaca kembali pesan dari Juan.

————

Juan: Ruang Diskusi 2

Juan: Langsung masuk aja. Gue udah keluar dari tadi.

————

Ceritanya hari ini Juan mengajak Veronica ke ruang diskusi, ingin meminta tolong padanya untuk mengoreksi proposal miliknya karena minggu depan kelas MPH mereka mulai presentasi.

Tapi, saat di tengah-tengah diskusi, Juan berlagak izin ke toilet dengan alasan sakit perut. Pada saat itulah Johnatan muncul ke ruang diskusi untuk mulai menjalankan rencananya.

Nanti, Johnatan pura-pura terkejut melihat Veronica karena tujuannya adalah mencari Juan. Selagi menunggu Juan, Johnatan berlagak curhat pada Veronica. Berdasarkan script yang telah Jaeffry siapkan, ceritanya Johnatan ingin membeli kado untuk teman perempuannya dan meminta pendapat Veronica.

Tadinya ketiga temannya itu meminta Johnatan untuk menyebut nama Alisa. Namun, dia menolaknya karena tidak ingin melibatkan siapapun di sini.

Ide ini muncul dari otak Juan. Katanya perempuan sedikit ceroboh dalam menyembunyikan perasaan cemburu.

Namun, Johnatan ragu dengan pendapat Juan karena selama ini Veronica tidak pernah cemburu padanya. Jangankan cemburu, cewek ini malah terlihat sangat bahagia jika melihatnya dekat dengan perempuan lain.

TEMAN TAPI NGAREPTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang