Chapter 23-Mengulang Cerita Lama

1.4K 339 36
                                        

•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Di dunia ini ada satu hal yang sangat Veronica benci dan sebisa mungkin ingin dia hindari jika bisa. Satu hal itu adalah suasana canggung. Veronica tidak suka terlibat dalam kondisi yang membuatnya selalu merasa serba salah. Dan hal itu harus terjadi hari ini. Hari pertama Veronica dan Alex pergi berdua untuk makan malam.

Bagi sebagian orang, pergi makan malam berdua dengan lawan jenis adalah hal yang lumrah. Tapi, bagi Veronica pengalaman ini langka sekali. Selama ini orang yang selalu menemaninya makan malam hanyalah Johnatan. Entah mengapa di matanya semua cowok itu menyeramkan. Mereka akan membawanya dalam keadaan canggung yang menyebalkan.

Veronica sempat menilai cara pandangnya itu berlebihan. Karena selama ini dia bahkan belum pernah mencoba untuk akrab dengan cowok lain. Saat menyukai Jaeffry saja dia hanya diam-diam saja. Sama sekali tidak ada usaha untuk mendekat. Namun ternyata tidak semua ekspektasi itu salah. Ternyata benar, pertemuannya dengan laki-laki selain Johnatan membuat Veronica terjebak dalam suasana canggung.

Sesuai janji, malam ini Veronica dan Alex akan makan malam bersama. Di otak Veronica, mereka hanya akan bertemu untuk makan. Makanya, alih-alih berdandan dia malah hanya mengenakan kaus putih polos sedikit kelonggaran, celana jeans hitam, dan sepatu. Wajah Veronica dibiarkan polos tanpa riasan. Rambut cokelatnya dikuncir satu dengan karet sederhana. Daripada membawa tas clutch, dia memilih mengenakan tas selempangnya untuk membawa dompet dan ponsel.

Menurutnya penampilannya sudah sangat rapi. Dia bahkan menyemprot parfum sedikit lebih banyak daripada biasanya. Jika makan bersama Johnatan, Veronica tidak segan mengenakan setelan piyama dengan rambut dicepol asal. Tapi ternyata dia salah.

Salah kostum.

Veronica meneguk ludahnya susah payah saat melihat sosok Alex muncul di hadapannya dengan sangat rapi dan wangi. Cowok itu mengenakan kemeja kotak-kotak biru dipadu celana jeans hitam. Rambutnya disisir ke belakang dengan menggunakan gel rambut hingga tidak ada satu helai pun mencuat di sana. Harum parfum maskulin menguar tajam dari tubuhnya.

Jujur, Alex memang sangat tampan sekali malam ini. Terlihat cowok itu mengeluarkan banyak effort untuk bertemu dengannya. Veronica senang melihat usaha Alex berpenampilan rapi, artinya cowok itu sangat menghargainya. Masalahnya, penampilan Veronica jadi terbanting di sini.

Sialnya lagi, Alex membuat kesalahan Veronica terlihat sangat jelas. Sama sepertinya, Alex juga langsung menilai penampilannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dari ekspresinya, sepertinya cowok itu tidak senang Veronica berpenampilan seperti ini.

Wajar jika cowok itu kesal karena di sini memang salah Veronica yang tidak mempedulikan hal-hal kecil. Mungkin Alex merasa tidak dihargai. Veronica seperti tidak excited untuk bertemu dengannya. Padahal kenyataannya Veronica benar-benar tidak tahu jika outfit makan malam harus seformal ini. Ternyata rapi saja tidak cukup.

TEMAN TAPI NGAREPTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang