Teman tapi ngarep, begitulah peran Johnatan dalam hubungan persahabatannya dengan Veronica. Johnatan mencintai Veronica dalam diam, rela menjadi tempat curhat tanpa dibayar, dan ruang peristirahatan tanpa benar-benar disinggahi.
Meskipun sering pat...
Yudha dengan patuh menggeser posisi duduknya jadi lebih merapat ke dinding. Johnatan, Tama, dan Juan langsung menduduki kursi yang kosong. Menunggu tepat di depan ruangan dekan. Saat ini Theo sedang berada di dalam ruangan itu, berusaha berbicara dengan Pak Hengky.
Veronica, Fani, Nabilla, Markus, dan Jisabian memilih duduk di gazebo. Menunggu kabar dari teman-temannya yang lain. Bukannya tidak mau bergabung, mereka tidak ingin menarik perhatian mahasiswa lain. Akan terlihat aneh jika tiba-tiba mereka berkumpul ramai-ramai di depan ruangan dekan.
Melihat Johnatan, Juan, Tama, dan Yudha duduk di sana saja sudah terlihat cukup aneh dan mencuri perhatian beberapa mahasiswa yang melewati koridor. Untung saja Jaeffry, Dominic, Lucas, dan Winston sedang ada kelas. Jika Jaeffry bergabung di sana, pasti akan semakin mencolok perhatian.
"Theo lama banget di dalem," Veronica melirik jam di ponselnya. "Udah dua puluh menit lebih enggak keluar-keluar juga."
"Positive thinking Pak Hengky betah banget dengerin penjelasan Kak Theo. Terus malah asik ngobrol di dalem," kata Fani.
"Kok gue agak serem bayangin Kak Theo bercanda sama Pak Hengky," Nabilla bergidik ngeri. "Pak Hengky walau termasuk dosen muda tapi candaannya jayus banget."
Markus mengulum senyum geli. "Gue auto bayangin Bang Theo terpaksa ketawa waktu Pak Hengky ngelawak. Mana Bang Theo memang bawaannya serius jadi enggak gampang ketawa."
"Memangnya lo, Bang? Lihat Chandra enggak sengaja nyemburin biji semangka ke muka Bang Lucas aja lo ketawanya sampe pincang-pincang," celetuk Jisabian tanpa dosa.
Bukannya tersinggung, Markus malah kembali tertawa karena teringat kejadian itu. "Lucu banget, sih, mana Lucas ekspresinya mendukung."
"Ngomongin Chandra dia lagi kelas, ya? Gue enggak lihat dia dari tadi pagi. Leo, Jeno, Najendra, sama Rendi juga," Fani menolehkan kepala. "Jis, tumben lo terdampar sendirian gini."
Jisabian mengerucutkan bibir. "Gue waktu input KRS kebagian gelombang terakhir bareng Leo. Waktu mau input kelas Bu Maria, eh, kelasnya udah penuh. Leo jadi mahasiswa terakhir yang kebagian kelasnya."
KRS adalah singkatan dari Kartu Rencana Studi. Lembaran berisi daftar mata kuliah yang dipilih oleh mahasiswa dalam satu semester. Sebelum masuk semester baru, mahsiswa harus mengikuti input KRS yang terdiri dari mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan. Setiap mata kuliah biasanya dibagi menjadi beberapa kelas yaitu A, B, C, dan D dengan dosen yang berbeda-beda.
Masing-masing kelas memiliki batas maksimum yang artinya tidak semua mahasiswa dapat memilih kelas yang sama jika kapasitas sudah full. Sebelum input, mahasiswa dapat konsultasi terlebih dahulu dengan dosen pembimbing masing-masing.