"You're my color and I'm your masterpiece."
Perihal Changbin kepada lukisannya dan belajar menjadi diri sendiri melalui laki-laki yang ia temui bernama Felix.
Genre: bxb, slice of life, fluff, comedy, romance, and drama.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kembali pada Han yang kali ini masuk ke ruangan Changbin, ia dapati orang itu masih tertidur lelap di bawah selimutnya. Namun kamarnya masih berserakan kertas-kertas di sana, ia menghela nafas panjang. Pantas saja Lino menyuruhnya ke sini, ternyata untuk membersihkan kamarnya!
Tangannya mulai mengambil satu persatu kertas bekas sketsa yang berserakan, satu persatu ia buka kertasnya.
Hanya ada sketsa orang yang tidak jelas, entah laki-laki atau perempuan. Beberapa ada sketsa wajah yang Han sangat kenali. Sketsa wajah Cakra.
Han menelan ludahnya kasar, tetapi sebagian besar kertas lainnya ada sketsa kasar seseorang yang juga tidak asing di matanya. Tapi Han sulit mengenalinya, sketsa perempuan.
Kemudian Han berdiri dan meletakkan sketsa-sketsa itu ke atas meja, lima belas lembar kertas itu hanya ia tinggalkan di meja. Enggan membuangnya. Karena terakhir ia membuang sketsa Changbin, ia malah kena marah yang berakhir membuat keduanya perang dingin selama dua minggu.
"ASTAGA, GUE KAGET." Seru Han ketika sang pemilik ruangan terlihat sudah terduduk di atas futonnya. Wajahnya memerah, saat matanya bertemu milik Han ia menutup wajahnya sendiri.
"Bang, lo kenapa?" tanya Han bingung dengan tingkah Changbin.
"..... Lebih parah dari itu.." ketus Changbin kesal menahan malu.
Mimpi seseorang yang memalukan.
Iya, cuma mimpi.
Changbin mengusap bibirnya.
🎨
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kondisi rumah Lino sekarang lebih hidup dari sebelumnya, biasanya rumah ini dibiarkan kosong dan hanya dikunjungi beberapa saat tertentu saja. Tapi siapa sangka kali ini ia berada di sini dengan orang-orang terdekatnya sekarang.
Usai memasukkan beberapa bahan kali ini tangannya mengaduk sup, terkadang Berry di bawahnya ikut mondar-mandir mengikuti kemanapun Lino pergi.
Han sudah kembali ke bawah bersama Changbin yang kali ini sedang berada di dalam kamar mandi, Han sendiri rebahan di ruang tamu.