37. The Side of You

98 12 1
                                        

Changbin hanya melamun selama di atas motor bebek yang ia pinjam dari Christ

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Changbin hanya melamun selama di atas motor bebek yang ia pinjam dari Christ. Seusai kejadian hiperventilasi barusan, Hasnan membawa Felix pergi menjauh darinya tanpa menjelaskan apapun.

Tadi Felix pun enggan memberikan suara ketika badan kecilnya dibawa pergi oleh Hasnan, terlihat tidak berkutik serta tidak ada secercah cahaya yang barang sedikit menguar dari sosoknya. Bahkan ia berjalan meninggalkan Changbin sendirian setelah Hasnan menyuruh Changbin untuk pulang.

"Kenapa gini sih," gumam Changbin masih tidak bisa fokus di atas motor, itupun tadi nyaris oleng karena ia tidak memperhatikan jalanan yang berlubang.

Rasanya kemarin mereka baik-baik saja, ia pikir hari ini bisa jadi waktu yang tepat untuk mereka bercengkrama seperti biasanya. Felix yang akan selalu mengikutinya, Felix yang akan selalu mengendap-endap menghampirinya, dan Felix yang penuh dengan ocehannya.

Bukan Felix yang ini, Felix yang terlihat kosong dan rapuh. Changbin gusar, berpikir, 'atau jangan-jangan, Felix yang gue kenal bukan Felix yang sebenarnya,' ia menggeleng kepalanya, menghalangi pikiran buruk yang mengganggu karena kejadian tadi.

Ditambah lagi ia sempat melihat wajah Christ yang terlihat khawatir. Lelaki itu baru saja menerima telpon, kemudian ekspresinya berubah biasa saja—itupun terlihat terpaksa karena ada Changbin yang mengembalikan si Pitung—yang baru-baru ini ia tahu kalau Pitung adalah nama motor bebek itu.

Bahkan ketika sampai rumah, ia melihat Lino hanya berdiri di depan kamar karena Han terlihat tiduran mengabaikan eksistensinya.

"Han..."

Lino duduk di pinggir kasur untuk berbicara dengan Han, namun, laki-laki itu masih enggan bicara. Lino menggelengkan kepalanya pada Changbin yang saat itu hanya berdiri di depan pintu.

"Ada apaan sih?" tanya Lino sesaat mereka berdua turun ke bawah untuk duduk di ruang tamu seperti biasanya untuk menonton televisi, bedanya televisi itu sekarang mati, membuat semua terasa sunyi dan yang tersisa hanya sekadar teka-teki.

Tadi, Lino baru makan kelengkeng di ruang makan. Sampai tiba-tiba ia melihat Han menyelonong masuk tanpa menyapanya dan langsung merebahkan diri di kamar.

"Panjang, no. Tapi intinya, Han ketemu sama mantan—"

"MANTAN!?" seru Lino.

"Ck, bukan mantan yang kayak gitu! Sempet-sempetnya becanda lo," Changbin dongkol setengah mati.

"Ya lo setengah-setengah jelasinnnya!"

"Mantan temen!"

"Mana ada mantan temen anjir, ngaco. Gue juga mantan temen, sekarang pacar." Sahut Lino. Changbin sampai harus bersabar setengah mati.

Palette [Changlix]Stories to obsess over. Discover now