20. Alera, Es krim.

209 34 2
                                        

Sesuai rencana Felix yang ia bilang sebelumnya, ia akhirnya datang untuk sekalian menjenguk seseorang. Sosok gadis kecil yang ia kenal sedang dirawat inap di Rumah Sakit ini semenjak didiagnosis memiliki penyakit ginjal.

"Alera ilang?!" seru Felix dan Hasnan serentak saat sampai di ruangan, setelah menyaksikan apa yang dikatakan seorang suster yang baru saja akan keluar dari sana.

Suster Anna; perawat yang hari ini bertugas mengangguk dengan khawatir, setelah berjalan ke sekitar lantai dua ia tidak dapat menemukan gadis itu. Saat ia hendak mencari di lantai lain, ia berpapasan dengan Felix dan Hyunjin di depan pintu.

Mendengar kabar itu, Felix dan Hasnan sedikit panik.

Alhasil mereka bertiga berjalan mencari sambil menceritakan kronologi Alera yang tidak ada di ruangan ketika suster Anna pergi keluar untuk mengambil beberapa peralatan medis.

"Coba cek ke taman," ujar Felix yang sadar kalau anak itu suka pergi ke taman.

Mereka bertiga akhirnya turun, menuju lantai satu dimana taman berada.

"Aduh dimana sih.." ujar suster Anna.

Hasnan yang daritadi memindai halaman rumah sakit seketika berhenti, ia menghela nafas panjang sambil tersenyum, "Tuh."

Dari kejauhan sosok Alera di atas kursi roda terlihat, membelakangi ketiganya.

Suster Anna sudah akan berteriak, namun urung saat suara Felix menyelanya duluan.

"ALERAAAAAA!"

"ALERAAAAAA!"

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

🎨

Changbin tidak akan bisa berkonsentrasi di tengah-tengah kerumunan, tidak saat ia harus menyelesaikan lukisannya. Ia akan memilih pergi ke taman, atau di studio, dimanapun asal tidak ada suara berisik yang akan mengusiknya. Menurutnya, ketenangan adalah sahabatnya saat harus melukis.

Tapi sepertinya hal itu tidak akan selalu mulus di dalam hidupnya.

Suara nyaring tadi terganti dengan suara nafas tersengal yang mendekat, suster Anna memegang dadanya lega. Setidaknya tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Sedangkan Felix terkejut melihat siapa yang ia temui lagi.

"LOHHHH, kalian!" tanya Felix menuding manusia tidak asing di sudut taman saat hendak menghampiri Alera yang membelakanginya, "Kok di sini sih?"

Semua yang dituding seketika menoleh.

"Gue yang harusnya nanya sama eluuuu, ngapain di sini?" Han akhirnya terdistraksi dengan kehadiran Felix, disusul laki-laki sedikit gondrong yang mendekat di sebelah Felix bersama satu suster.

"Aku abis ketemu dokter sama Hasnan, terus cari temen aku."

"Temen?" tanya Han heran, buat apa mencari mereka bertiga di sini?

"Kak Fel!" yang dipanggil melambai tangannya, Felix tersenyum lebar, "Itu temen aku," jawabnya mendekati Alera.

"Buset, perasaan banyak banget temen lu." Sungut Han yang sebelumnya udah geer mengira Felix mencari dia, Changbin, dan Lino. Han penasaran lagi, siapa perempuan kecil ini dan apa hubungannya dengan Felix. Waktu itu juga ia mendapati dokter dan perawat yang menyebut nama Felix.

Palette [Changlix]Histórias para pegar e não largar. Descubra agora