08. Unexpectedly unexpected

772 152 22
                                        

Dengan perjalanan yang cukup lama dan Changbin yang terpaksa membangunkan Felix di tengah jalan karena ia tidak tahu arah, akhirnya mereka telah sampai di daerah sekitar dermaga

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Dengan perjalanan yang cukup lama dan Changbin yang terpaksa membangunkan Felix di tengah jalan karena ia tidak tahu arah, akhirnya mereka telah sampai di daerah sekitar dermaga.

Kedua pemuda tersebut berdiri di depan seorang laki-laki bertubuh besar dengan tato yang membalut lengan kanannya di depan toko tujuan. Kepalanya botak dengan outfitnya memakai apron dihiasi bercak-bercak warna, seolah secara tidak gamblang menjelaskan ia adalah ahli seni rupa seperti Changbin.

Si lelaki menatap kedua anak kecil (pikirnya) dengan tatapan sengit, kemudian memulai gerakan dengan melipat tangan.

Felix ikutan memasang ekspresi galak kemudian melipat tangan. Changbin yang berdiri di sampingnya agak was-was, takut ntar Felix di apa-apain sama om-om preman ini.

Sampai yang kecil mengeluarkan gunting dan si om botak itu mengeluarkan kertas.

"Argh!! Saya kalah!"

"Yes!!"

Changbin dengan muka datarnya langsung meninggalkan keduanya yang ternyata mereka mengenal satu sama lain dan menggunakan permainan batu, gunting, kertas sebagai pengganti ucapan salam.

Saat masuk Changbin disuguhi oleh pemandangan aneka ragam cat warna yang tersusun apik di rak dinding toko, serta aneka ragam pylox yang tersusun rapi di etalase.

Pemuda Leo itu menahan diri tidak mengeluarkan semua uangnya saat itu juga.

Siapa sih yang tidak terpesona melihat peralatan gambar di setiap sudut ruangan?

"Halo, selamat datang!" sapa seorang perempuan manis di belakang meja kasir. Changbin membungkuk membalas sapaan gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya.

Ada dua pemuda lain di sana, yang satu menggunakan kacamata frame lingkaran sibuk menulis sesuatu dan yang satu lagi sedang bercumbu dengan puntung rokoknya. Tato smiley adalah yang paling menarik saat jarinya menjepit batang rokok tersebut.

Sedangkan yang perempuan berambut merah muda, ada tato bertuliskan 'mark here' menghiasi leher putihnya. Jangan lupa make up konsep gelapnya buatnya terlihat lebih seksi dan menakutkan disaat bersamaan, bibir merahnya yang melengkungkan senyum buat atmosfer di sini lebih mencekam.

"Ohoooo siapa yang dateng, huh?" sapa Gadis yang sedari tadi Changbin tatap, paras sangarnya seketika luntur karena suaranya yang lembut mengalun.

"Kak Gale! Lihat, paman kalah main gunting, batu, kertas!"

"Berisik banget lo," celetuk pria bersurai hitam, mematikan puntung rokoknya. Sudah menjadi kebiasaan baginya mematikan rokok apabila ada Felix. Lino dan Christ pernah mengancam pemuda tadi.

"Jamet diem deh!" seru Felix. James melotot, "Nama gue James ya, bocil. James, je a ja em e me es."

"Jamet." Tukas Felix berani.

Palette [Changlix]Stories to obsess over. Discover now