"You're my color and I'm your masterpiece."
Perihal Changbin kepada lukisannya dan belajar menjadi diri sendiri melalui laki-laki yang ia temui bernama Felix.
Genre: bxb, slice of life, fluff, comedy, romance, and drama.
Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.
Sepulangnya mereka berdua ke rumah, Hasnan sudah duduk bersama Christ di depan rumahnya. Wajah Christ yang awalnya terlampau khawatir berangsur lega usai melihat kedatangan keduanya—Felix dan Changbin yang kali ini makan es lilin sambil jalan memasuki halaman.
Mata Changbin bertemu dengan mata Hasnan, sedangkan Christ sempat menanyai keadaan Felix dan meminta maaf, tidak ada canggung sama sekali untuk melakukan hal itu dari apa yang Changbin lihat.
"Hasnan, dari kapan di sini? Ngapain?" tanya Felix setelah Christ kembali ke dalam.
"Daritadi sih, kesini cuma mastiin aja soalnya gue lihat lo pas balik tadi agak beda gitu." ujar Hasnan mengusap rambut Felix pelan.
Mastiin sih mastiin, tapi tangan lo tuh! bentar kok jadi julid gini sih gue. Monolog Changbin sedikit cemberut sehingga ia menggigit es lilinnya dengan sedikit kesal.
"Beda gimana, gak ada apa-apa kok." Sergah Felix meyakinkan, sebelum Hasnan mengulurkan sesuatu.
"Makanan, dari nenek." Potong Hasnan.
Felix sudah menduga sih.
Keluarga Hasnan itu sangat penyayang, apalagi urusan Felix. Makanya nenek Hasnan juga sering kasih Felix makanan masakannya.
Felix menerima kotak itu, ".. Makasih... jadi ngerepotin,"
"Lo gak pernah ngerepotin orang rumah kali," kemudian Hasnan beralih pada Changbin, "Tumben keluar bareng dia."
Yang disebut mengernyitkan dahi, dengan sewot ia merespon, "Sok tau lo, biasanya gue juga keluar sama dia."
"Biasa aja kali bang, soalnya biasanya dia ke tempat gue." Sahut Hasnan membuat Changbin menganga seketika, tidak menyangka akan keluar perkataan seperti itu dari mulutnya.
Mereka bertiga masuk ke dalam, duduk di ruang tamu sambil bermain PS punya Hasnan yang sudah ia bawa di dalam tas.
Christ membuat minum di dapur, sedangkan Felix sedang memberi makan Berry di luar. Sehingga kini tersisa Hasnan dan Changbin yang beralih ke permainan Tekken setelah bermain banyak permainan.
Permainan keduanya akan dimulai setelah memilih karakter, Hasnan sudah selesai memilih karakter sedangkan Changbin masih sibuk berkutat dengan stiknya. Fokusnya masih berada pada layar televisi yang kini memperlihatkan Changbin dengan beberapa karakter yang sedang ia review.
Tepat selesai ia memilih karakter, suara Hasnan tiba-tiba menginterupsi, "Lo naksir Felix ya, bang?" Tombol 'X' terlanjur Changbin tekan, namun suara game master tidak dapat ia dengar jelas.