04. isn't it hot this afternoon?

842 172 31
                                        

'Kak Leo, kayak kehilangan sinarnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

'Kak Leo, kayak kehilangan sinarnya.'

Buset.

Changbin berkedip, lalu menyentil jidat Felix.

"AW, SAKIT!"

"Sinar, sinar. Gue bukan lampu petromax." sahut Changbin kesal.

Kini keduanya telah berkumpul lagi bersama Kakek dan Jean, menikmati kelapa muda hasil petik sang Kakek untuk dinikmati. Bahkan beliau juga telah mendapatkan beberapa kerang untuk diberikan kepada anak-anak itu nanti.

"Yes! Gimana kalo nanti malem makan di tempat kak Lino!" seru Jean antusias.

"Ajak Hasnan!" seru Felix tidak kalah antusias menanggapi Jean.

Jean mendecih sambil melahap daging kelapa muda dengan sendok ke mulutnya.

"Hasnan mau main sama Kiki, sama mau belajar." Timpalnya.

"Kan bisa belajar bareng di rumah dia.." tunjuk Felix ke Changbin yang sedang mengunyah es batu.

Changbin mendelik tajam. "Di rumah Lino? Tempat gue dong? gak bisa. Gue sibuk, makan di rumah sendiri-sendiri ntar gue bagi kerangnya." celetuk Changbin.

Tentu saja hal itu mendapatkan banyak protes dari kedua orang di hadapannya, secara kan sebelum Changbin tiba di sini tempat tersebut sudah menjadi markas bagi Felix dan Jean. Enak aja main serobot.

Saking sibuknya melayangkan protes, akhirnya kakek yang menengahi. Berusaha memberikan pengertian bahwa tidak sopan untuk menempati rumah orang yang sudah ditempati oleh tamu lain.

Akhirnya kedua anak yang tidak mau kalah terpaksa untuk mengalah.

Kemudian, ketiganya kali ini sibuk membicarakan hal lain sampai merambat kegiatan mereka sehari-hari. Felix yang tak henti mendumal kesal lantaran dia telah menginjak akhir kelas di masa SMA, bagaimana sulitnya pelajaran yang tengah ia hadapi pasca menuju ujian kelulusan.

Changbin bahkan terkejut, dia kira Jean dan Felix masih SMP. Siapa sih yang tidak berburuk sangka usai melihat kelakuan mereka yang seperti anak kecil?

Sampai matahari mulai terik dan meninggi, angin pantai dan ombak saling beradu menemani akhir perbincangan mereka di siang hari ini. Kakek hanya memperhatikan ketiga anak muda di hadapannya, apalagi Changbin yang kini terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Mungkin rencana membawa Changbin ke pantai bukan ide yang buruk, laut lepas membawa beban di pundak menuju deburan ombak. Terombang-ambing entah ke ujung mana, yang jelas laki-laki kota tersebut melepaskan sebagian rasa lelah di pundaknya sesaat.

Keempatnya akhirnya kembali pulang, berjalan di antara sinar matahari yang terik dan mulai berjalan ke arah barat untuk kembali bersua dengan laut. Kakek akhirnya juga mampir ke rumah Changbin sebentar bersama Jean dan Felix untuk membantu membereskan beberapa barang Changbin yang dibawa dari kota.

Palette [Changlix]Stories to obsess over. Discover now