05. Fight or Flight?

800 165 26
                                        

Suasana tiba-tiba suram sebelumnya tetapi seperti ada meteor yang menghantam keduanya, teriakan Felix selalu mencairkan suasana

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Suasana tiba-tiba suram sebelumnya tetapi seperti ada meteor yang menghantam keduanya, teriakan Felix selalu mencairkan suasana.

Ibarat panas yang muncul saat dinding es sudah berdiri tegak, dan seperti matahari yang bersinar saat hujan terasa menyebalkan.

"Seneng ya peluk-peluk! Ntar kalo Jean lihat biar kamu ditempeleng sampe pinter!"

Pipi Hasnan dicubit kencang sampai si empu kewalahan "Hadah—sakit sakittt sakit!" setelah cubitan itu dilepas pemuda itu mengusap pipinya geram.

Hasnan mengapit kepala Felix di bawah lengannya agar anak itu diam.

"Hasnan, orang ini temen baru di sini!" Hasnan mendapati mata Felix berbinar-binar, berarti orang ini layak untuk dipercaya.

Hasnan melirik Changbin lalu terkekeh pelan.

"Jean udah cerita kok, lo temennya kak Lino.. Seniman ya?"

Changbin angguk-angguk aja.

"Kesini mau ngapain?"

Changbin mengedikkan bahu cuek. Hasnan yang melihat respon itu akhirnya hanya berkedip, "Fel.... dia bisu?" Bisiknya kepada Felix yang masih dapat Changbin dengar.

Badan Hasnan ditendang Changbin.

🎨

Setelah sedikit keributan, Changbin mengelilingi etalase di toko Hasnan, mengitari pemandangan alat tulis. Bahkan ada spanram di sana yang otomatis Changbin ambil untuk beli, ada kuas dengan berbagai macam ukuran ia juga beli. Mengingat kuasnya sudah jelek di rumah.

Felix sibuk duduk di kursi kayu sambil menggerak-gerakkan kakinya dengan Berry di pangkuannya yang tidur. Matanya hanya menyusuri Changbin yang berjalan kesana dan kemari, sesekali ia lihat Changbin mengambil buku gambar kemudian dikembalikan ke dalam etalase lagi.

Sesekali ia lihat Changbin mengambil canvas, kemudian diletakkan lagi di dalam etalase. Felix sama sekali tidak mengerti.

"Coba tebak siapa yang udah kerjain PR Matematikaaa?" seru Hasnan dari dalam membawa tiga cangkir minuman, yang dua teh sedangkan yang satu susu murni. Felix suka susu.

Felix menoleh malas, "Hasnaaan." jawabnya sambil mengepalkan tangan ke atas dengan lemas.

Hasnan terkekeh, duduk di samping Felix. "Siapa yang belum mengerjakan PR?" tanya Hasnan pelan. Yang lebih muda menggerutu "Felix."

"Hehehehe, kerjain makanya. Mau jadi dokter harus pinter menghitung!"

Felix terdiam.

"Gak suka matematika, lagian dokter tuh belajar tentang biologi."

"Yaudah, gak usah jadi dokter."

Palette [Changlix]Stories to obsess over. Discover now