10. 그날에

585 132 17
                                        

"Gue suruh lo kesini bukan buat nyiksa diri sendiri lagi anjir, lo ngapain—" Ujar Lino marah-marah mendapati Changbin duduk bersila memegangi pensil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue suruh lo kesini bukan buat nyiksa diri sendiri lagi anjir, lo ngapain—" Ujar Lino marah-marah mendapati Changbin duduk bersila memegangi pensil.

Hari tepat setelah Changbin menyelesaikan muralnya dan menjadi topik hangat di desa ini membuat Changbin secara tidak sadar menyentuh kembali alat-alat gambarnya tanpa istirahat, semalaman ia masih mencoret-coret buku sketsanya.

Tepat pagi ini saat Lino hendak bangunkan Changbin, kamarnya penuh dengan kertas-kertas berserakan di sekitarnya. Pria yang lebih tua setahun di atas Changbin itu menghela nafas panjang, tidak habis pikir dengan tingkahnya.

"Gue gak papa. I'm fine, look at my art." Jawab Changbin kemudian mengangkat kertasnya.

Sketsa kasar semi-realism seseorang yang Lino tidak tahu siapa, tapi bukan itu yang menjadi fokusnya. Melainkan wajah Changbin yang kuyu, serta kantung matanya yang menghitam.

"Lo kayak zombie anjir! Tidur sebelum lo dimarahin Han!" seru Lino mendorong Changbin ke atas futon dan merapikan alat-alat milik Changbin.

"Gue gak apa-apa elahhhh, lo pada kenapa sih najis. Naksir gue ya" Cerocos Changbin seperti orang mabuk karena semalaman tidak tidur.

"Diem atau mata lo gue tusuk pake pensil, lupa ya lo kemarin abis dari dokter?"

BRAK

Lino membanting pintu dan bergegas turun ke bawah usai urusi Changbin untuk tidur.

Rasanya aneh tidak melakukan aktivitas apapun, baginya di usianya sekarang ini menjalani hari-harinya tanpa mengerjakan apa-apa malah buat dirinya risau. Tidur baginya adalah buang-buang waktu saat ini.

Changbin masih terdiam di atas futon menatap langit-langit kamar, alat-alat sketsanya sudah disingkirkan oleh Lino walaupun kamarnya masih berserakan sampah kertas.

Terkadang badannya berguling ke kanan, kadang ke kiri. Orang-orang benar, Changbin selalu lupa istirahat.

Sebenarnya bukan ia tidak mau istirahat, ada dua hal lain yang rasanya buat ia enggan tidur.

Yang pertama, Ia hanya ingin berkembang pada skill yang ia punyai sekarang.

Ia ingin belajar semua hal tentang lukisan, warna, goresan pensil, teknik lukis, anatomi.... agar lebih bagus lagi.

Ia selalu merasa kurang, kurang dan kurang.

Dan kekurangan itu harus diperbaiki.

Yang kedua, kejadian di masa lalu yang masih menghantui dan tidak menyangka akan berpengaruh besar di kehidupannya yang sekarang.

Changbin menghela nafas panjang, kemudian memaksakan matanya untuk terpejam.

Beberapa menit terasa perlahan angin masuk lewat jendela yang telah sedikit dibuka oleh Lino tadi. Buat kedua matanya memberat.

Palette [Changlix]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang