13. An unpredictable boy

584 137 13
                                        

Changbin tadi lempar sepatu Han karena terburu-buru tinggalkan kediaman Lino untuk mengikuti Jean ke rumahnya setelah Jean meminta tolong, namun yang ia dapatkan sekarang adalah seonggok manusia di dalam selimut sedang terlelap di alam mimpi

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Changbin tadi lempar sepatu Han karena terburu-buru tinggalkan kediaman Lino untuk mengikuti Jean ke rumahnya setelah Jean meminta tolong, namun yang ia dapatkan sekarang adalah seonggok manusia di dalam selimut sedang terlelap di alam mimpi.

Felix di sana.

Surai blonde miliknya mencuat kesana kemari, kaki satunya keluar dari selimut, tangannya yang lain timpa topi miliknya yang ada di sebelahnya.

Oh, jangan lupa air liur yang kadang mengalir dari sudut bibirnya.

Changbin ingin marah rasanya.

"Sebenernya tadi mau jelasin dulu mau minta tolong ngapain, tapi kak Changbin udah ngacir duluan." Jean meringis tanpa dosa.

Taiiiii, batinnya menahan kesal.

"Jadi lo mau gue ngapain?"

"Gendong dia balik dong kak, biasanya dia kalo tidur di rumah Hasnan. Tapi tumben dia tadi mampir lama banget di sini."

Jean di depannya masih tersenyum lebar, menunggu respon Changbin. Sedangkan mukanya seratus delapan puluh derajat berbanding terbalik dari ekspresi anak kecil di depannya.

Changbin masih diam mencoba memproses kejadian saat ini. Ia paham, jadi dia kesini karena anak ini molor dan susah dibangunin kaya kebo.

"Jean, di dunia ini kita diajarin teori yang namanya membangunkan orang tidur. Jadi kenapa gue yang harus gendong dia??" Tanya Changbin agak tidak terima.

"Anaknya kalo dibangunin pasti rusuh, terakhir Hasnan coba bangunin dia eh malah ditendang itunya... dia berat, biasanya ya kak Christ kalo urusan jemput Felix sih, tapi tadi belum pulang..."

Karena dia tidak ingin marah-marah di sini, akhirnya ia tidak mendengarkan saran Jean.

"Kak, mau ngapain?!" Jean mundur dari belakang Changbin.

"Mau ngajarin elo cara bangunin anak kebo."

Selimut yang membalut badan Felix ditarik paksa sampai terguling ke kanan, muka Felix yang awalnya tidur damai sekarang kelihatan mulai berubah perlahan.

Merasa terganggu tentu saja.

"Lix, bangun." Ditepuk sekali pundak Felix.

Tidak digubris, Changbin berlutut di sebelahnya.

"Woi, kebo!"

Plak

Ditepuk pipinya keras agar bangun tapi yang ia dapat hanya tinjuan di pipi dan rambutnya dijambak kasar.

"Jangan ganggu jean!!" Serunya marah-marah, masih setengah tidur "Atau aku datengin kamu ya." Ditariknya lagi rambut Changbin kasar.

"Sakit! Felix—"

"Kan dibilangin juga apa! Rusuh dia kak!!" Jean kebingungan soalnya takut kamarnya jadi tempat ring tinju.

"Ya gue mana tau?! Bantu gue kek!"

Palette [Changlix]Stories to obsess over. Discover now