07. A little chaos

766 186 35
                                        

Bagi Han, ada yang jauh tapi bukan jodoh

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Bagi Han, ada yang jauh tapi bukan jodoh. Yaitu, tempat kelahiran Lino. Badannya ia regangkan karena perjalanan yang lumayan memakan waktu lama.

"Capek?" tanya Lino memindahkan tas ranselnya ke pundak miliknya. Dia meletakkan jaket ke badan Han.

"Banget... Tapi gapapa, demi majikan gue." Han meletakkan dagunya di pundak Lino. Keduanya menunggu angkutan umum siang ini.

Hari ini mereka merencanakan untuk menyusul Changbin, padahal janjinya mau datang minggu depan. Tapi karena Han juga penasaran dengan rumah Lino di desa, ia memutuskan untuk menyusul Changbin.

Oh, dan jangan lupa niatnya dan Lino untuk memberi kejutan pada Changbin.

Setelah bus mini menjemput keduanya, mereka berangkat menuju daerah tempat Lino. Han cukup excited di tengah perjalanan, seusai mereka sampai pun banyak yang menyapa Lino. Han juga bertemu dua bocah yang kira salah satunya Felix. Tapi ternyata bukan.

Pagar yang membatasi serta menjadi pintu masuk keluarga Alveano akhirnya terlihat.

"Ini rumah gue, selamat datang di rumah gue." Ujar Lino merentangkan kedua tangannya.

"Silakan berbelanja." ledek Han.

"Lo kira Indoapril?" Lino berjalan mendahului Han, mencari sosok Changbin karena ia pikir orang itu akan sibuk mencari angin di sini.

"Gue kayanya salah dah bawa dia kesini, jangan-jangan dia gue bawa kesini kerjaannya malah molor?" Tutur Lino berusaha membuka ikat sepatu.

"Ya nggaklah! Udah lo masuk deh, mungkin dia di dalem." Kata Han sekilas, sebenarnya perkataan Lino membuatnya kepikiran sih.

Usai sibuk dengan melepaskan sepatunya, Lino membuka pintu rumahnya semangat, "Surpriseeeee Changbin!-Eh, Felix?" Potong Lino.

Kedua tangannya terhenti di udara, tiba-tiba ia berdiri kaku. Merasa malu ternyata banyak orang di dalam!

Keheningan terpecah usai sambutan tidak terduga malah seperti bumerang bagi Lino, Felix dengan seribu tingkahnya baru saja menciumnya...

Di depan orang banyak.

Lebih tepatnya di depan Han.

Niat Han yang ingin membuat kejutan untuk Changbin malah menjadi bumerang untuknya.

Ia yang dibuat terkejut.

🎨


Sekarang ketiganya masih berdiri di dalam, di depan pintu menunggu kapan keributan di luar selesai.

Changbin berdiri di dekat pintu, berusaha menguping pembicaraan kedua manusia di dluar sana. Tapi nihil, ia tidak mengerti apapun.

Palette [Changlix]Stories to obsess over. Discover now