warning 4000+ words⚠️
bacanya pelan-pelan aja yaa
Hari bahagia Galih akhirnya tiba.
Setelah hari-hari sebelumnya berlalu dengan tidak baik, untuk beberapa orang, ekhem, hari tujuan untuk mereka yang sibuk mencari 'partner' itu telah tiba.
Lalu, apakah semuanya berhasil? Atau berakhir seperti Adamar dan Harsa? Tidak ada yang tahu keculai sang pecipta alam semesta. Biarkan kisah ini bercerita sendiri tentang mereka.
Sebelum tentang itu, akankah lebih baik kita rasakan dulu euphoria acara pertunangan Galih dan Olla. Lihatlah, pasangan yang baru saja kenal 'satu minggu' sebelum makan malam pernyataan acara pertunangan mereka, tengah tersenyum menyapa tamu.
Siapa bilang kalau hanya Galih yang mengundang teman-temannya? Tentu saja Olla juga. Gadis itu benar-benar adil dan dewasa, ia membiarkan Galih yang menentukan berapa undangan yang harus dibuat agar dapat menyesuaikan teman-teman Galih, mengingat ia sendiri sadar bahwa dirinya tidak memiliki banyak teman.
Sejak dini hari hingga jam dimulainya acara, Guntur Buana benar-benar tidak sepi, mengingat penguin rumah itu laki-laki semua, Andisha, Jian, dan Bella (sahabat dekatnya Olla) benar-benar sangat berperan penting dalam menata acara ini. Lalu, siapa yang mengira kalau Bella yang merupakan sekertaris Aziel adalah sahabat sejak kecilnya Olla. Dunia memang sempit, ya.
"Serius deh, kalau aja nggak ada Kak Bella, kayaknya gue sama Kak Jian bakalan tepar," ujar Andisha sembari mengambil segelas minuman yang tersedia.
Sosok yang dimaksud justru tertawa kecil mendengar kalimat Andisha. "Aduh, berlebihan deh, padahal gue kecil mungil begini nggak membantu banget lah! Emang Disha sama Jian yang keren banget!"
"Nggak sih, Andisha bener banget. Waktu nggak ada lo dan cuma ada gue sama Andisha, kita puyeng sendiri!" balas Jian.
"Tapi 'kan ada Aziel juga yang bantu??" tanya Bella bingung.
Jian langsung mencibir. "Ah, dia sih urusan bayar membayar iya cepet banget. Cari apapun sat set cepet, tapi pas nentuin apa yang diperlukan tetep aja nanya gue!"
Bella tetawa kecil. "Itu artinya, dia emang butuh lo buat menata hidupny, ciaelah!"
Andisha yang berada di sana juga ikut tertawa mengejek Jian.
**
Kalau diperhatikan, seluruh tamu asik berbincang dengan orang yang dikenal. Ada juga yang saling mengenalkan, atau bahkan baru berkenalan. Kalau kata Arsa, momen seperti ini adalah ajang pencari jodoh. Lah, lah. Anaknya aja sekarang sedang terdiam di tengah keributan Aji dan Ezra, padahal biasanya dia biang keributan. Ada apa dengan seorang Basudewa Harsa?
Bayangkan, ketika Aji bahkan bisa membawa gandengan dan Ezra yang tentu saja juga sama, sedangkan Arsa tidak dengan siapa-siapa, sudah pasti akan jadi bahan ejekan terutama dari anak-anak TB.
Pukpuk untuk Harsa.
"Muka lo kenapa dah?" bingung Langit menyenggol pelan pundak kawannya.
Yang dimaksud lantas hanya menghela nafas pelan. Langit semakin bingung, Dirga yang di sana juga turut heran dengan sikap Arsa yang tidak biasa ini.
"Dia kenapa?" tanya Dirga.
"Lah, gue juga bingung nih anak kenapa," jawab Langit.
Berbicara soal Langit, bisa ditebak kira-kira siapa gadis yang ia bawa? Tentu saja bukan Karin, pemuda itu masih ingin hidup, karena kalau tidak ia bisa habis kena bogem dari Dirga.
KAMU SEDANG MEMBACA
GUNTUR BUANA✔️
Genç KurguGuntur Buana adalah sebuah rumah yang begitu megah, berdiri di tengah-tengah Jakarta yang begitu padat dengan tajuk sebagai 'kost eksklusif' khusus laki-laki. Penghuninya berisi sekumpulan pemuda dengan karakter yang berbeda-beda, berbagi kehidupan...
