[3] My Fault

2.7K 216 9
                                        

-----------------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-----------------------

Seungcheol berdiri dihadapanku dengan tubuhnya yang penuh keringat. Aku menoleh kebelakangku dan tak menemukan siapapun. "Aku?" tanyaku.

Ia mengangguk "Boleh?" tanya nya sekali lagi. "A..ah.. minumlah" jawabku sambil menyodorkan botol yang kupegang. Seungcheol mengambil botolku dan meminumnya hingga setengah.

"Terimakasih, nanti ku ganti" ucapnya sambil tersenyum. Senyumannya membuatku terdiam sesaat. Memproses apa yang sedang terjadi dan larut dalam lamunan.

"Ya! Tumben sekali Seungcheol Oppa seperti itu!" ucap Jina histeris. Ia menggoyangkan tubuhku dan menyadarkanku. "Ia biasanya tak pernah menggubris gadis-gadis.. tapi ia mendatangimu dan tersenyum padamu!" lanjut Jina.

Aku menatap kearah gerombolan siswi didekatku. Mereka terlihat kesal dan kecewa disaat yang bersamaan. Lalu tatapanku beralih pada Seungcheol yang tengah menyeka keringatnya.

Ia kembali menghampiriku dan menyodorkan ponselnya. "Aku minta nomormu, atau id messenger.." ucapnya. Tanganku gemetar mengetik nomor ponselku dan menyerahkannya lagi.

Seungcheol menekan tombol telfon dan mematikannya ketika sudah tersambung. "Nanti malam kutelfon ya kalau kau tidak sibuk" katanya. "I..iya, silahkan" jawabku.

"Oke, kembalilah kekelas.. aku akan berlatih lagi dengan giat" Seungcheol melambaikan tangannya padaku. "Wah! Kau ada apa dengan Seungcheol?" tanya Jina sembari menyusuri lorong menuju kelas.

Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi kemarin. Mulai dari ia tersenyum saat pertama melihatku hingga mengantarku pulang. "Ya! Bukankah sudah jelas ia tertarik padamu?!" pekik Jina.

Aku meletakkan telunjukku didepan bibirnya. "Sstt.. jangan membuat kesimpulan seperti itu" bantahku. "Kalau ia benar tertarik, traktir aku tteokbokki!" pintanya.

Sesampainya dikelas aku memeriksa ponselku. Ada 1 panggilan tak terjawab dari nomor baru dan beberapa pesan. Jina yang duduk didekatku mengembangkan senyumannya.

"Ayo buka! aku ingin tahu!". Jariku menekan notifikasi itu dan memejamkan mataku. "Ya! Dia benar-benar tertarik padamu!" ucap Jina. Mendengar nada bicara Jina yang bersemangat aku mulai membuka mataku perlahan.

Unknown Number: Sudah dikelas?
Unknown Number: Nanti pulang ku antar lagi ya
Unknown Number: Aku juga harus mengganti minuman ion milikmu;)

Mataku berbinar menatap pesan dari Seungcheol. Sebelum membalas pesannya, Jina memberitahuku banyak hal. Bahwa Seungcheol adalah orang yang dingin pada perempuan.

Ia berulang kali didekati oleh gadis-gadis cantik di SMA, tapi semuanya ia tolak. "Wah, kau berhasil mencuri hatinya!" kata Jina. Aku hanya tersenyum, hatiku senang dan bingung.

Long Short Story SeventeenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang