[7] Heal /3/

1.3K 148 16
                                        

-----------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-----------

-Y/N's POV-

Aku menoleh dan menemukan seorang pria memakai kacamata dan baju putih panjang. Ia berdiri menatapku sambil tersenyum. Senyuman manis dan hangat yang mampu membuat siapapun yang melihatnya ikut tersenyum.

"Ayo, kau tak ingin melihat sakura hanya sebentar kan?" ajak Dokyeom

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayo, kau tak ingin melihat sakura hanya sebentar kan?" ajak Dokyeom. Aku mengangguk dan berjalan disebelah Dokyeom. "Cuacanya lebih hangat dari yang ku kira" ucap Dokyeom.

"Iya, mungkin karena minggu depan sudah masuk ke musim panas" jawabku. Dokyeom menyimpan airpods yang ia pakai dan mengajakku berbincang sembari menyusuri jalanan.

Hari ini benar-benar indah. Cuacanya cerah dan hangat, tak terlalu banyak orang juga. Selain itu pohon-pohon dan bunga dipinggir jalan bermekaran dengan sangat cantik.

"Aku kemarin sempat lihat ada menu seasonal di sebuah kafe, nanti mau coba?" tawar Dokyeom. "Boleh, kenapa kau tahu banyak sekali? kau pandai mengajak seseorang berkencan ya Lee Dokyeom" godaku.

Dokyeom menatapku "Hei, aku tahu kau tak akan melewatkan hari begitu saja Choi Y/N" jawabnya. Kami tertawa bersama dan terus menyusuri jalan.

Setibanya ditaman, senyumanku merekah. Pohon-pohon berwarna pink lembut terlihat begitu cantik. Anginnya juga cenderung lemah. "Wah, benar-benar cantik ya" ucapku.

"Syukurlah kalau kau suka" jawab Dokyeom sambil menepuk kepalaku pelan. "Berdirilah disana, ku foto" perintah Dokyeom sambil menunjuk jalan setapak yang berada di tengah-tengah pepohonan.

Aku mengangguk dan menurutinya. "Ayo 1.. 2.. 3.." ucap Dokyeom. Setelah beberapa foto aku menghampirinya melihat hasil jepretan dari Dokyeom. "Sakuranya cantik sekali" kataku saat melihat hasilnya.

"Sakuranya cantik, tapi kau jauh lebih cantik" ucap Dokyeom yang membuat aku terdiam sesaat. "Ne?" kataku sambil menatapnya. Aku bisa merasakan pipiku memerah akibat ucapan Dokyeom.

"Permisi, bisa minta tolong fotokan kami berdua?" pinta seorang pria paruh baya. Aku dan Dokyeom yang daritadi bertukar pandang kini tersadar. "Ah ne.. boleh" jawab Dokyeom sambil mengambil alih ponsel pria itu.

Long Short Story SeventeenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang