Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
------------------
"Besok dari jam berapa?" tanya Mingyu. Ia terlihat mendengarkan ucapan Yoon secara seksama dan mengangguk beberapa kali. "Oke, terimakasih" ucapnya lalu mematikan telfon.
"Kau ada kerjaan besok?" tanyaku. Mingyu menggaruk tengkuknya dan tersenyum kaku. "Iya, seharian penuh" jawab Mingyu. Aku menghela nafas kemudian menatap kearah luar jendela. Di hari terakhir di Jeju ia bahkan sibuk dengan pekerjaannya.
Mungkin ia menyempatkan waktunya hari ini karena besok sibuk. Aku pun seharusnya bersyukur hari ini ia mau menemaniku. "Disana ada cafe.. mau coba?" tawar Mingyu.
Aku mengangguk dan menatapnya lekat-lekat. Dari pagi hingga sore hari kuhabiskan bersama Mingyu. Aku yang sebelumnya tak tahu apa-apa tentang dunianya dan selalu kesal ia sibuk, hari ini mampu memaklumi itu.
Mingyu bercerita banyak tentang pekerjaannya. Bahkan segala hal yang tak bisa ia bicarakan denganku karena kesibukannya. Tetap saja aku tak bisa berbohong bahwa aku masih kecewa kemarin malam.
"Nah sekarang, kau duduk saja.. aku yang siapkan makanannya" ucap Mingyu sambil memegang pundakku. Ia membawaku kedepan televisi dan menyalakannya.
"Biar kubantu.." pintaku. Mingyu mendekat kearahku dan mencium pipiku. "Kau sudah masak untukku setiap hari" ucapnya. Ia meninggalkanku begitu saja di ruang tengah.
Aku melihat kearah pintu dan tersenyum. "Ya, setidaknya kau harus bersyukur hari ini" gumamku. Mingyu tak bersuara sama sekali, mungkin hanya ada suara memotong atau kran air dinyalakan.
"Chagi-ya, makanannya sudah selesai" ucap Mingyu sambil berdiri di ambang pintu. Ia mengulurkan tangannya padaku. Aku menghampirinya dan menggandeng tangannya.
Ada banyak makanan dimeja makan. "Wah, kau benar-benar percaya diri masak apapun ya" pujiku. Kami duduk berhadapan di meja makan. Ia membantuku untuk mengambil masakannya.
Aku bahkan lupa kapan terakhir kali Mingyu memasak sesuatu untukku. Dan kapan terakhir kali kami makan malam berdua. Mingyu sering sekali makan dengan partner kerjanya, jadi ia tak pernah makan malam dirumah.
Kami menghabiskan masakan Mingyu perlahan sambil berbincang. Aku suka jika menghabiskan waktu berdua bersama Mingyu. Karena akhirnya kami dapat berbicara tentang kehidupan satu sama lain.
"Huh.. kenyang" ucapku sambil duduk disofa ruang tv. Mingyu mengikutiku lalu merebahkan tubuhnya dan menggunakan pahaku sebagai bantal. "Kurasa tadi cukup enak untuk hitungan orang yang lama tidak memasak" kata Mingyu.
Aku tertawa dan mengangguk menyetujui perkataannya. "Kau mau ke pantai?" tawar Mingyu tiba-tiba. Ia menatap kearah jendela yang langsung menghadap pantai. Aku mengikuti arah tatapan Mingyu.