[3] My Fault (HIS SIDE) #Bonus -END-

2.4K 188 5
                                        

-----------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-----------------

"Ya! sebentar! aku sudah memanggilmu daritadi kenapa malah akan pergi" protesnya dengan nafas yang tak beraturan. Aku melepas helmku dan menghampirinya.

"Kenapa kau berlari, kan bisa bilang padaku untuk minta jemput Y/N-ah" kataku. Ia menggeleng "Aku menepati janjiku untuk menemuimu" jawabnya lalu tersenyum.

Y/N berjalan kearah motorku "Ayo, apa kau tak mau mengajakku kemana atau kemana?" tanyanya. Akhirnya aku mengajaknya keliling Seoul sambil menentukan ia mau apa.

"Mau makan?" tawarku. "Tadi aku sudah makan dengan Wonwoo Oppa" tolaknya. Ah iya benar juga mereka habis pergi berdua. Mungkin bisa dibilang date.

Aku tak bertanya apapun dan tak protes sama sekali. "Kalau gitu mau cari udara segar?" tanyaku. "Boleh.. aku ikut saja" jawab Y/N. Meski tak saling bicara sebanyak biasanya, aku tetap senang bisa menghabiskan waktuku bersama Y/N.

Kami menuju ke sebuah perbukitan untuk mencari udara segar. "Oppa, kesana saja.. kita bisa duduk-duduk" ajak Y/N sambil menunjuk sebuah lahan kosong yang menghadap kearah kota. 

"Waahh... akhirnya aku bisa menghirup udara" ucap Y/N dengan meregangkan tubuhnya. "Memangnya kau selama ini tidak menghirup udara?" godaku lalu dijawab dengan tatapan sinis oleh Y/N.

Aku sama leganya dengan Y/N bisa menghirup udara sebebas ini. "Oppa kalau masih sakit kenapa bawa motor?" tanya Y/N kemudian duduk di motorku. "Agar bisa mengantarmu pulang, kenapa lagi" jawabku.

"Bagaimana date mu dengan Wonwoo?" tanyaku. "Date? Ah.. tadi aku hanya menemaninya beli kado.. terhitung date?" tanya Y/N balik. 

"Begitulah, sepertinya aku berhutang penjelasan dan maaf padamu" ucapku. Setelah itu tidak ada jawaban dari Y/N. Hanya ada suara angin yang berhembus melewati dedaunan. 

"Maaf, sepertinya kau mendengar perkataanku dengan yang lain hari itu.. tentang aku menjadikanmu taruhan". "Mungkin terdengar seperti bualan belaka, tapi aku benar-benar tak menjadikanmu taruhan" lanjutku.

"Oppa.." panggil Y/N saat aku akan melanjutkan ucapanku. Aku menatapnya, rambutnya yang dibiarkan terurai terbang sedikit karena angin. Mata coklatnya juga tak henti menatap pemandangan kota didepan kami.

"Mian.. jangan jelaskan padaku sekarang" ucapnya. Senyuman tipis tergambar di bibirnya. Senyuman yang dapat diartikan sebagai rasa sakit. 

Aku tak bertanya alasannya, mungkin ia terlanjur kecewa dan enggan mendengarkanku. Atau mungkin ia sudah nyaman dengan Wonwoo dan tak peduli akan penjelasanku. 

"Aku hanya ingin menikmati hari ini denganmu" imbuhnya. Aku mengangguk mengiyakan ucapan Y/N. Benar, seharusnya aku menikmati waktu bersama bukan malah akan menyakiti hatinya lagi. 

Seharian penuh aku menghabiskan waktu dengan Y/N. Senang rasanya melihat ia kembali tertawa karenaku. Mungkin juga setelahnya aku hanya bisa melihatnya bersama Wonwoo.

Long Short Story SeventeenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang