Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
----------------
Aku menoleh dan menemukan Bibi Han menatapku lekat. Ia menghampiriku lalu memelukku erat. "Kau tau bagaimana khawatirnya aku" ucapnya dengan suara bergetar.
Halaman depan mansion tak serapi dulu. Kini semua tanamannya banyak yang mati dan tak terurus. Aku melangkahkan kakiku kedalam mansion. Tak banyak yang berubah kecuali suasananya tak lagi sehangat dulu.
"Wonwoo kemana?" tanyaku. "Ah, dia sepertinya sedang melakukan pengobatan diruangannya" jawab Bibi Han. Aku mengernyitkan dahiku karena jawaban Bibi Han. Rasa penasaranku bertambah saat melihat Wonwoo duduk di kursi roda dan dibantu oleh seorang dokter untuk keluar dari ruangan.
Pipinya terdapat bekas luka yang mulai memudar. Ia menatapku "Ada apa kembali?" tanyanya. Suaranya berat dan lembut sama seperti dulu. "Nanti saja ya, kita berbicara setelah pengobatan" imbuhnya.
Aku melihatnya lagi setelah setahun. Dan muncul perasaan-perasaan aneh di dadaku. Mungkin perasaan iba karena ia terperangkap disana dan tak bisa kemanapun dengan mudah.
Dokter yang membantu Wonwoo membawanya pergi ke kamar dilantai bawah. Aku menatap Bibi Han. "Itu, karena hari kau pergi dari rumah ini" ucap Bibi Han seakan tau apa yang aku pikirkan.
-3rd person POV-
"Kim Y/N" panggil Appa Jeon. Ia membuka pintu kamar Y/N dan tak menemukan siapapun disana. "Appa!" pekik Wonwoo dari kamarnya. Disana terlihat Wonwoo kebingungan sambil memegang cincinnikah milik Y/N.
"Ada apa?" tanya Appa Jeon. "Jeon! Y/N kemana?". Wonwoo menatap kedua pria paruh baya didepannya yang sama-sama kebingungan. "Mian.. sepertinya.. aku menyebabkan Y/N pergi" jawab Wonwoo lirih.
Appa Kim mendekat pada Wonwoo. Iaberlutut sambil memegang tangan Wonwoo erat. "Tidak, jangan.. jangan buat aku kehilangan seseorang lagi" pinta Appa Kim. Wonwoo dapat melihat dengan jelas air mata jatuh dari mata Appa Kim.
"Cukup istriku, jangan buat Y/N pergi juga dari hidupku.. aku berjanji membawa Y/N pergi dari sini jika kau kesal dengannya" lanjut Appa Kim. Wonwoo berjongkok didepan Appa Kim dan memeluknya erat.
"Wonwoo, bawa kembali Y/N.. kau bisa menceraikan Y/N jika kau tak suka menikah dengannya" ucap Appa Jeon. "Tidak, aku akan membawa Y/N kembali dan tetap menjadi suaminya.. aku mencintainya hanya saja aku larut dalam emosiku" jawab Wonwoo.
Ia menyambar kunci mobil dan mulai melajukan mobilnya. "Kim Y/N kemana kau" gumam Wonwoo sambil terus menelfon Y/N. Nomor Y/N tidak aktif, ia bahkan tidak ada dikafe atau apartemen.