Happy ridinggg
Lagi-lagi Bian merasakan sesak, perasaan tidak nyaman seakan menyuruh dia untuk bangun dari mimpi indahnya yang sedang main catur dengan biduan komplek, Bian membuka mata indahnya yang langsung bersitatap dengan mata tajam yang memandang sok polos
"Papa bangun"
Menghela napas seharusnya Bian sudah menduganya
"Zi turun berattt." Perintah Bian sambil berusaha menggeser tubuh bongsor putra kedua nya dari atas tubuhnya
"Papa hari ini kita akan jalan-jalan bukan." Suara bariton putra nya memang tidak main-main terkadang Bian merasa iri karena suara itu tampak sangat Maco tak seperti suara nya yang terkesan lembut dan agak tinggi
"Bagaimana kita bisa jalan-jalan kalau kamu gak turun dari tubuh Daddy." Kesal Bian
"Papa berhenti menyebut dirimu Daddy." Bian mendelik pada suara baru yang sopan menyapa gendang telinga nya
"Gak pantes." Sambung nya yang kita ketahui berasal dari Arza si kembar sulung
"Ahh aku mendengar suara retakan." Ucap Arzi yang masih setia tiarap di atas badan ayahnya
"Hahh kaliann kembar nakal."
"Sudah-sudah, Arza sudah masak sarapan ayo semuanya bangun, terutama kamu Arzi." Ucap Arza tegas sambil menarik tangan arzi yang langsung nyungsep di sisi kasur Bian
"Ahhh kasurnya berubah."
"Pala kau berubah." Ucap Bian kesal karena di anggap kasur oleh anaknya tapi dia sayang gimna dong
"Kalian tunggu di bawah papa mau mandi." Ucapnya kemudian sambil meranjak ke kamar mandi
"Oghey papa."
.
Selesai mandi Bian mengambil sweeter dengan celana pendek yang meskipun sudah menjadi ayah tapi pakaian Bian masih mengikuti tren para remaja milenial
Hey Bian baru 34 tahun yahh jangan anggap di tua okehh
"Eh, kenapa gak makan duluan nak?" Tanya Bian kepada si kembar yang sudah nangkring di meja makan
"Gak pa, papa sini bentar." Ucap Arza kepada papanya, dengan bingung Bian menghampiri Arza
"Ada apa?."
"Zi." Bukannya menjawab Arza malah memanggil Arzi yang langsung mengerti
"Pa tadi mandi pake air dingin yah." Kata Arzi yang entah kenapa terdengar dingin sambil memberi sesuatu ke arah Arza
"I-iya sih kenapa? Udah biasa ini." Gagap Bian, heyy kenapa mata anak kembar nya seakan mengintimidasi begini dia kan orang tuanya
"Ohh udah biasa, ya udah papa juga udah biasa di pakein ini kan sama kami." Ucap Arza membuat Bian menelan ludah nya
"Begini sini Arza Arzi." Ucap Bian sambil berusaha memangku si kembar bungsu yang tentu aja gak mungkin wong badan si kembar kini lebih besar dari papanya yang hanya sebatas leher mereka
Tak tau badan 😂
Tapi karna Arzi adalah anak yang cinta dan sayang bapaknya jadi yah dia nahan aja gitu biar si bapak gemoy gak keberatan
"Iya papa." Ucap mereka bareng duh kalau gini kan keliatan gemes huhu
Mendengar itu Bian tersenyum lucu ughh anak-anaknya kalau gini kan lucuu jadi plasbak saat anak nya masih TK lucu-lucu minta di karungin kalau sekarang entah kenapa pada nyebelin tapi tetep sayang kok
"Papa umurnya udah tua iya kan, kalian anak papa kan, iya jadi papa tua kalian ini gak perlu lagi minyak telon buat bayi Karna papa udah tua." Terang Bian
"Tapi papa juga pakein kita sampe umur 10 tahun kan kita saat itu bukan bayi lagi." Ucap Arzi
Nah lohh Bian karma is real
Bian ngehuleng iya juga sih "ta-tapi kan wajah kalian masih bayi dan bagi papa juga kalian masih bayi." Lanjut Bian
"Iya iya papa." Ucap Arza buat papa bian tersenyum lucu, tapi tiba-tiba Arzi membuka sweeter papanya dan Arza yang langsung mengusapkan minyak telon di tubuh sang papa di sekitar perut, dada dan punggung
Bian? jangan tanyakan karena papa muda itu sedang cengong akan kecepatan kedua putra kembarnya
"Gusti lagi-lagi." Iner Bian
Ternyata setelah Bian menghuleng Karna ucapan Arzi, dia membalikan kondisi dengan mengampit si bapak imut antara dia dan Arza, dengan di senderkan di dadanya makanya mudah untuk memberi layanan spa rasa minyak telon ke bapaknya
"Papa baik kan udah sering di bawah bilangin jangan mandi air dingin kalau pagi, papa kan gak kuat dingin nanti masuk RS lagi siapa yang nangis." Ucap Arza panjang lebar
"hus sembarangan siapa yang nangis." Bantah Bian
"Papa." Ucap Arzi di hadiahi delikan mata Bian plus sentilan di dahinya
"Aw" Arza yang melihat kegaduhan antara kedua orang yang sangat di sayangnya cuman tersenyum geli
"Nah udah beres papa baik yok sarapan." Ajak Arza pada Bian yang masih cemberut, heh malu lahh kan dia udah jadi bapak masa masih di kasih minyak telon buat bayi, meskipun begitu dia juga gak jompo sampe di beginiin sama anaknya
Papa Bian itu tadanya perhatian tahu
"Udah papanya Arzi jangan cemberut mukanya jadi makin kayak bayi kan." Ucap Arzi yang mulutnya di gaplok Bian hingga Arzi meringis
Gaplokkan nya meski pelan tapi peres broo agak sakit
"Hus mulutnya, papa sentil lagi tuh mulut yahh."
"Udah di gaplok pa." Ucap Arzi kesal membuat Bian terkekeh puas, rasain.
"Hehe mampus yuk pa sarapan tinggalin si Arzi." Ucap arza sambil menarik Bian, setelah sebelumnya ikut meringis Karna sentilan ayah nya pada bibi seksi Arza
"Gak boleh ngomong kasar."
.
#tbc
Gak nyangka aing banyak yang baca huhuhuhuhu ayo dong komen lagi biar aku nya semangatt biar senyum senyum sendiri
Gila kalee ah
Bandungpedia
-aing = aku
Maaf guys kalau chap nya pendek pendek di usahain up tiap Minggu yahh sankyuu jaljayooo💃
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Teen Fiction||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)