"Dan yah karena kayaknya kita seumuran kata ayah umur gue 17 tahun dan gue masih sekolah, maaf ngecewain jadi gue gak bisa adopsi kalian jadi anak haha." Ucap sosok itu lalu melepaskan pelukan si kembar entah refleks atau apa dia mengusap air mata si kembar dengan sapu tangan nya
"Tapi kita bisa jadi temen omong-omong nama gue Albian Briana M.Z bukan gelar yah." Ucap nya Riang
"Albian?." Gumam si kembar lalu tiba-tiba pintu mobil di buka paksa
"BABY."
"ANJING DEDEMIT DATENG."
***
Albian atau sering di panggil Bian itu nyengir dalem mobil di liatnya sosok yang membuka paksa mobil milik si kembar menatapnya tajam setelah mendengar teriakan kurang ajar nya itu
"Kak Arsen apa kabar baru pulang? Katanya lagi di Kanada." Sapa nya tapi terlihat tangan kecil itu pelan-pelan membuka safety belt dan meringsuk mundur ke pintu sebelahnya
Arsen yang melihat itu mendatarkan pandangan nya dengan satu tarikan kasar dia membawa Bian dengan Arza sekaligus maksudnya Arza kebawa gitu
"Papa, Arza." Kaget Arzi melihat kedua orang tersayangnya di tarik kasar yah dia masih berpikir albian itu Bian si papa gemoy anakku tersayang
"Gue gak apa-apa." Ucap Arza yang tadi terjatuh karena tarikan Arsen juga Albian yang langsung di gendong ala karung beras nampak berontak
"Kakak ampun kak Albi gak lakuin lagi deh."
"Gak tunggu aja di rumah di hukum ayah mampus kamu. Oh iya kakek juga ada."
'Mampus' Albian menunduk pasrah
"Heh lepasin dia." Teriak Arzi mengundang banyak nya pistol yang terarah dari pada bodyguard yang mengikuti Arsen untuk mencari tuan cilik mereka yang kabur seharian ini. Arsen menoleh memandang si kembar dengan membelakangi dan Albian yang nyengir kuda seolah baru sadar akan kedua orang yang dia bawa ke dalam drama nya
"Kalian siapa." Di tanya begitu si kembar terdiam bukan tidak bisa menjawab tapi mereka merasa bahwa pertanyaan itu lebih cocok di tujukan pada lelaki bernama arsen itu juga sosok Albian yang meski mustahil tapi mereka yakin jika dia adalah Bian.
Bosan melihat Arsen dan si kembar saling memandang akhirnya Bian menggigit leher kakak nya yang langsung berteriak nyeri
"GAK BIAN GAK MAU PULANGG." teriak Bian lalu bersembunyi di balik si kembar yang tadi hanya bertatapan dengan sang kakak. Para bodyguard dengan sigap akan menyergap namun di hentikan Arsen
"Pulang Bian." Ucap Arsen kakak dari albian tadi dengan nada perintah, bukannya takut Bian malah mengajak si kembar untuk kabur
"Eh kembar kabur yuk."
"Hah apa?." Arza celingukan dadanya masih berdebar kencang masih tak percaya ada jelmaan mirip papa nya di sini
"Kabur bego ka-." Terpotong Arsen sekali lagi menarik tangan Bian yang memeluk Arzi di dekatnys
"GAK MAU KAKAK. GUE ADUIN AYAH KALAU LO MELIHARA MAJALAH MESUM, BIAR MAMPUS LO DI EKSEKUTIF AYAH."
"HEH KAPAN KAKAK PUNYA ITU." Teriak Arsen ooc dengan wajah merah memang hanya Bian yang bisa mengundang emosi nya para bodyguard di sana hanya memandang tingkah para tuan nya yang terbilang 'apa-apaan sih'
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Teen Fiction||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)