~10~

5.4K 498 34
                                        

Bian duduk termenung sambil melihat jalanan dan awan mendung

"Jadi kangen mba Risa." Gumamnya

***

Bian menatap datar jalanan setelah acara melow nya tadi, tiba-tiba perasaan kesal tadi datang lagi mengingat kejahilan si kembar yang dia dengar dari Zico membuat nya naik darah saat mengingat kejadian ynag membuat dia di perlakukan bak anak kecil, siapa yang senang diperlakukan seperti itu mungkin jika dia masih berumur 15 tahun pun dia akan sangat risih

Dan sialnya anak-anak muda di universitas yang katanya terbaik itu ternyata mempunyai gangguan jiwa, menyeramkan.

Pengen nangis ajah Bian tuh

Lihat saja saat dia memberitahukan umur dan status sebenarnya mereka mungkin akan memakai topeng setiap hari. Akan Bian pastikan itu

Gledekkk byurrreee

"Hujan?." Bian menelengkan kepalanya ke kiri membuat rambutnya ikut bergerak jatuh

Mungkin ini hari sial Bian, hah mau berapa lama lagi Bian menunggu jemputan Zico atau suruhan Nelson famili

"Lelet banget sih, gue pecat juga si Abraham jadi bapak."

Pokonya Abraham yang salah

Terlebih dia juga harus menunggu si kembar. Ingat dia ngambek tapi gak bisa marah yahh namanya juga Bian

Cemberut Bian menoleh ke jalanan melihat seekor kucing yang tampaknya terjepit, tak tega dia mulai melangkah ke jalanan bermaksud melepaskan sang kucing yang tampak terganggu oleh guyuran hujan itu

"Meow, kasihan sini Daddy Bian akan membuatmu hangat." Ucar bian setelah menyelamatkan si kucing dia membuntel dengan jaket yang tadi pagi di seludupkan oleh Riani mana gambar Frozen lagi dengan pesan ancaman untuk tak membuangnya, mungkin saja sudah Bian bakar

Tapi untungnya ada si kucing jadi dia punya alasan kenapa tak memakai jaket laknat itu.

Bian sudah di pinggir meletakan si kucing di pos satpam dia juga sempat memberinya sosis

"Ahh basah."

Bian terdiam lalu tersenyum dia meletakkan seluruh barangnya di pos satpam serta merta hp dan cuman membawa beberapa uang untuk dia pulang nanti yah dia berniat refreshing dari kejadian tadi

Menulis note yang di tempel di tasnya Bian mulai berlari menerobos hujan sambil berteriak, bodo amat di kira orang gila haha

"Hahahahah refreshing every body." Ucapnya riang

Orang-orang yang melihat Bian terkekeh lucu dan menahan gemas, siapa yang tidak gemas layak seorang anak berusia 14 tahun dengan menggunakan baju kodok bahasa ghaul nya overall sedang berlari bermain hujan

Bian sampai di halte bus dia menggoyangkan badan kekiri dan kanan guna mengurangi air di bajunya

Bian inget anda bukan puppy😭

Tapi jelmaan

Bian nyengir lebar saat ingin menaiki bis

"Pa saya basah ini boleh masuk." Izin Bian karena bis ternyata cukup penuh

Maklum Bian gak pernah naik kendaraan umum paling gojek aja, kerena di larang si kembar juga saat masih muda Bian itu pengendara ninja

Supir bis merasa kasihan juga gemas kenapa pula anak lelaki ini meminta izin

"Nak kemari nenek punya handuk untukmu." Ucap seorang nenek yang terlihat masih sangat cantik, Bian tersenyum dan menatap sang supir

"Tentu saja nak kau boleh, silahkan masuk." Ujar supir dan para penumpang diakhir, ternyata mereka cukup gemas dengan cara Bian meminta izin

Overprotektif Boy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang