Arza menatap objek yang di terikat di sana sedangkan Arzi berdecih, lalu menatap orang yang tak pernah dia sangka akan terlibat dengan mereka
"Om Nizar."
"Hai anak-anak lama tak jumpa."
***
"Lepaskan dia Andrew."
"Apa?."
"Dia om Nizar sahabat papa."
Andrew menatap heran pada Arza sebegitu mudahkah dia mempercayai orang
"Lo yakin."
"Hn." Andrew mengangkat bahu tak peduli melepaskan Nizar tanpa sedikitpun menurunkan kewaspadaan nya
"Ahh pegal sekali tangan ini."
"Ngapain om kesini." Nizar tersenyum memandang hangat pada Arza
"Oh iya ngapain yah?."
"AHHH GAWAT. Arza Arzi mana Bian." Ucap Nizar seketika panik mengangetkan Andrew yang sedang ngupil
"Asw hidung gue berdarah." Ucap Andrew
"Ada apa sebenarnya om"
"Kita harus memastikan Bian untuk tetap di gubuk ini." Kekeh Nizar dia memegang erat bahu Arzi
"Maaf saja jika rumahku seperti gubuk." Kesal Andrew dengan tisu yang menyumbat sebelah lubang hidung nya terlihat dia tak menyukai Nizar. Arza menggelengkan kepalanya
"Papa aman aku menguncinya di kamar."
"Kita harus memastikannya boy." Ucap Nizar setelahnya
"Ada apa om beritahu kami."
"Mark sialan itu mulai bertindak bersama nenekku kita harus memastikan Bian aman."
"Nenek?."
"Sebenarnya Aku juga seorang Maerata."
"HAH?." Arza dan Andrew terbelalak mendengar pengakuan Nizar
"Bagaimana bisa om?." Sentak Arzi
"Ceritanya panjang dan kau bocah Nelson kemana Daddy brengsekmu itu. aku harap kau tak berkhianat karena semua hal yang menimpa Bian terjadi karena keluarga mu. Aku tak akan pernah mempercayai mu" Andrew terdiam mencerna perkataan Nizar
"Apa maksudnya om jangan membuatku pusing." Marah Arza
"Sejak awal Nelson hanya memanfaatkan Bian. Mama mu dia-"
"Jangan bicara yang tidak-tidak om gue peringati Lo." Marah Arza dia tak percaya akan perkataan yang keluar dari sahabat ayahnya itu terlebih dia mengaku sebagai Maerata
"Arza."
"Diam ka-."
"TUANN MUDA. TUAN GEMOY maksud saya TUAN BIAN TAK ADA DI TEMPAT." salah seorang bodyguard berteriak dia berlari seperti di kejar hutang mendobrak pintu yang pada dasarnya sudah terbuka itu
"Udah di cari di kolong meja?."
"Bahkan di lemari pun tak ada tuan, di dompet saya juga tak ada tuan muda"
"Sialan." Geram Nizar
"PAPA KABUR." Arzi berteriak panik
"Arza kerahkah bodyguard mu cari Bian sampai dapat om yakin dia masih belum jauh. Kalau saja bocah itu tak mengikat ku mungkin aku masih sempat menahan Bian." Gerutu Nizar menatap tajam Andrew yang berdesis tak suka
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Dla nastolatków||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)