"Heh girang sekali kau. Ok saatnya eksekusi." Ucap Jeffrey menyeringai
BRAK
Jeffrey dan Bian menoleh pada asal suara, Jeffrey yang menatap tajam dan Bian yang bertepuk tangan
"PAPA."
***
Arza dan Arzi mendobrak pintu itu, mendapati sosok yang terus mengganggu ayahnya telihat terikat di sebuah kursi di rumah kangguru
"Papa, Dimana papaku brengsek." Ujar Arza marah dia meraih kerah baju Mark yang nampak penuh dengan darah
Mark mengerjapkan matanya bingung lalu menyeringai
"Heh kecolongan?." Ucapnya
"Shut up brengsek." Kesal Arzi dia menodongkan pistol yang ada di tangannya pada kepala Mark
"Kalian sudah tau kebenarannya tapi kenapa malah menemuiku?."
"Lo cukup dekat sama Jeffrey, dia yang ngalatih Lo waktu kecil kan." Jelas Andrew setelah menahan Arzi yang bernafsu ingin bertumbuk dengan Mark
"Lalu?."
"Dimana dia tinggal." Ucap Arza menyela
Mark menyeringai lalu mengangguk-angguk
"Apa yang akan gue dapatkan jika memberitahu kalian."
"Ahh seriously. Heh jomblo jangan pamrih jadi orang." Sewot Arzi yang kesal melihat Mark terlihat mengulur-ulur waktu
"Kebebasan." Tawar Arza tak memperdulikan kembarannya yang tengah emosi
"Baiklah, tapi dengarkan gue meskipun kalian berhasil menemukan Bian, Apa kalian yakin bisa membawanya keluar." Ucap Mark matanya berkilat berbahaya si kembar terdiam begitupun Andrew
"Maksud gue ini Maerata organisasi mafia."
Mereka benci mengakuinya tapi omongan Mark memang benar karena perjanjian gila itu mereka tak mungkin mendapat bantuan dan parahnya lagi sekutu opa nya yang paling berpengaruh itu si Maerata brengsek
Arza mengusap wajahnya lelah hatinya tak tenang mengkhawatirkan sang papa
"Apa." Ucap Arza seraya melepas rantai yang membelenggu tubuh Mark
"ARZA NGAPAIN LO BUKA RANTAINYA." Marah Arzi
"Tenang zi. Lo gak nyadar orang ini tengah menawarkan kerja sama dengan kita." Mark mengusak rambut Arza yang langsung di tepisnya
"Cerdas boy. Hey harusnya Lo sedikit lebih peka." Ucap Mark pada Arzi yang mengerang
"Arza Lo yakin."
"Drew kita gak punya pilihan. Dan gue harap Lo tak akan mengkhianati kita." Ucap Arza dia memegang bahu Andrew yang mengangguk kecil
"Ayok buat perjanjian antara cucu Abraham dengan Zuckerberg ini."
"Bantu kita menyelamatkan papa, dan Lo bebas meminta apapun."
"Termasuk Bian?."
"Lo gak bodoh Mark, untuk apa kami meminta bantuanmu jika ujungnya Lo minta papa." Teriak Arzi kesal dia memang minus akhlak :') mohon di mengerti
"Haha gue bercanda, tenang gue gak minta apa-apa dengan di beri jaminan bebas gue udah bersedia membantu kalian." Mark tersenyum dia meraih ponsel untuk menghubungi anak buah nya
"Call. Saatnya kita beraksi boy." Ucap Mark dia menarik tangan Arza yang terdapat kunci mobil membuat mereka bergegas masuk ke dalam mobil
"Gue punya rencana." Ucap Mark serius
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Fiksi Remaja||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)