Arzi yang menunduk menatap Bian lirih sedangkan Arza masih membisu, Bian yang sedang mengeringkan rambut Arza hanya bersenandung menikmati
"Papa." Panggil Arzi pelan
"Ya." Jawab Bian masih fokus pada Arza yang nampak sangat menikmati sentuhan sang ayah di rambutnya Arzi mengerti soalnya dia sudah duluan merasakan nya tadi
"Papa itu papa kami." Ucap Arzi menatap Bian memelas Bian yang di tatap begitu hanya mengusap lehernya canggung memilih menyudahi acaranya dengan Arza yang nampak protes
"Ini rumit Zi, mungkin secara fisik aku dan papamu itu sama tapi nyatanya umur kami berbeda. Papamu sudah 34 tahun dan aku masih 17."
"Papa mereka bisa aja memanipulasi umurmu." Bian mengerut kesal
"Siapa maksudmu Mereka."
"Keluarga papa yang sekarang tapi bahkan Maerata, atau Zuckerberg."
"Hah cinta mu kepada papamu memang patut di acungi jempol Arzi, tapi meskipun itu kelakuan yang kau sebutkan tadi tentu saja bukan berarti aku papamu karena mirif." Jelas Bian tentu saja tidak percaya karena nyatanya Bian sendiri masih ingat kenangan dengan keluarga nya yang sekarang bagaimana dia dari bayi, sekolah, bahkan sampai saat ini
"Ini gak mungkin papa." Si kembar terus berusaha menyakinkan sang papa jika Bian memang adalah Bian Revana papa mereka. Menghembuskan napas lelah Bian menatap tajam si kembar
"Cukup." Ucapnya datar, mampu membungkam si kembar yang kini menunduk, Charlotte yang mendengarkan di balik pintu hanya tersenyum tipis, yah Bian adalah anaknya dari lahir hingga sebesar sekarang ingatan nya masih bagus, mengetuk pintu dengan polos Charlotte menampilkan senyum keibuan
"Kalian sudah bangun, sarapan sudah bunda siapin." Ramahnya, Bian menanggapi dengan senyum manis pada sang bunda
"Thank's bunda. Udah nih si kembar juga udah mandi." Charlotte mengangkat alis nya lalu melotot
"Kamu sendiri belum mandi bayi." Bian menelan ludah gugup lalu tersenyum setelah mengusap rambut si kembar mengkode untuk duluan tapi tak di tanggapi
"Okeh Bian mandi."
"Sama ayah yah." Yuno mendadak muncul dan langsung menggendong Bian ke kamar mandi di kamar Yuno, Charlotte tersenyum menatap suaminya yang pengertian itu
"AYAHHH JAHANAM."
"HEH AYAH KUTUK JADI BATU KAMU."
"BATU PANCORA YAH AYAH."
"BUNDA ANAKKU MULAI LAGI."
Kebisingan itu pun berlalu menyisakan si kembar dan Charlotte yang saling menatap
"Jangan ganggu anakku." Geram Charlotte, si kembar menajamkan tatapannya
"Dia papa kami." Ucap Arza penuh penekanan
"Heh kau dengar bahkan Bian sendiri yang menyangkal dan Bian ingat betul bagaimana perkembangan tumbuhnya di sini dalam pelukanku, he still nya baby." Ucap Charlotte merendahkan
"Apa yang anda lakukan pada papa kami." Geram Arzi
"Aku tidak melakukan apa-apa, karena dia bayi ku bukan papa kalian. Now, pergi dari rumahku." Usir Charlotte di belakang nya muncul dua bodyguard yang langsung menyeret si kembar
"Lepaskan, dengar kami akan ambil kembali papa." Sungguh si kembar sekilas mereka melewati kamar Yuno, pendengar mereka mendengar suara tawa Bian yang begitu riang membuat mereka sakit, hati mereka sakit rasa iri dan cemburu terus menyiksa Sampai depan si kembar di hempaskan beruntung ada Zico dan Jackson yang menangkap mereka lalu
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Fiksi Remaja||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)