"Kamu."
"Haha i~iya saya, ha~halo tuan Abraham."
"Bocah yang hamilin anakku."
"Mati" iner Bian
***
"Ekhem. Jadi mereka cucu-cucu ku?."
"Iya tuan."
"Hmm." Abraham memegang dagu tanda berpikir
Mereka kini sedang ada di salah satu restoran dalam mall sesaat setelah pertemuan mengejutkan itu Abraham meminta Bian untuk berbicara empat mata denganya
Namun alangkah terkejutnya ia setelah Bian mengatakan akan menjemput putra-putranya dulu yang dia tinggalkan di depan pintu masuk bioskop
"Hebat kamu benih nya jadi kembar."
Bian memerah mendengar itu, dia bangga tentu saja tapi wajahnya seperti memperlihatkan dirinya sedang malu. Entahlah
Sedangkan si kembar hanya menatap pak tua yang mengaku kakenya datar
"Tapi fisiknya lebih ke anak saya yah hehe kekar." Ucap Abraham di Sertai tawa nya
Bian pengen nimpuk tapi sayang nyawa sedangkan dia kan masih mau menyaksikan Arza dan Arzi menikah kelak
"Umurnya sama nama." Ucap Abraham kembali kayak guru lagi nyuruh muridnya perkenalan diri
"Arza Richard Revana, 16 tahun."
"Arzi Aristo Revana, 16 tahun."
"Bian Revana, 34 tahun coming soon."
"Saya gak nanya sama kamu bocah." Ucap Abraham, Bian mendelik sungguh menyebalkan mertuanya ini kalau masih dendam selesaikan di ring tinju lahh
"Arza Richard Revana Nelson dan Arzi Aristo Revana Nelson. Itu nama baru kalian kar-"
"Tunggu dulu pak abra." Ucapan Arza memutus perkataan Abraham, Abraham tenang dia gak marah kok
"Apa maksud dari ini semua? Kami tidak mau memakai nama keluarga anda."
"Iya kami masih ingin bersama dengan papa." Sambung Arzi
"Jika niat anda untuk mengambil hak asuh kami atas papa lebih baik menyerah saja."
"Percuma karena kami menolak keras atas apa yang akan terjadi."
"Hhh jadi kalian gak mau ikut Opa."
"Yahh." Balas 2Ar kompak
"Okeh tapi kalian harus pamit pada papa kalian ini." Lanjutkan membuat kedua anak kelebihan kalsium itu menyergit heran dan terkejut
"Kenapa? Jangan macam-macam sama papa kami yah."
"Kami bisa melakukan apa saja kepada anda."
Melihat respon si kembar tak anyal membuat Abraham ingin mengerjai sang cucu
"Apa yang bisa kalian lakukan. Hah kalian masih kecil untuk melawan saya." Tantang Abraham dengan seringainya
Dasar kakek-kakek
Bian jangan salah di tengah Medan yang panas ini dia malah makan ramen punya Azka tanpa di perhatikan yang lain
Gila pedes banget nih ramen tapi enak hehe~inernya
Arzi dan Arza menatap tajam Abraham gigi mereka mengerutuk
"Kami akan membuat anda berharap bahwa lebih baik mati daripada hidup dan bertemu dengan kami." Wakil Arza tak lupa dengan mata menyorot tajam
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Teen Fiction||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)