~24~

1.7K 190 19
                                        

"Malam itu-."

"Ding dong. ZICO DATANG ADEK TAK TAU DIRI." potong Zico yang masuk ke ruangan Bian dengan sebuah toples berisi cookies

"ZICO BRENGSEKK."

***

"Masa depan gue." Zico menatap nanar Bian yang dengan senyum licik menatap Zico puas sedangkan Abraham tak bergerak dari kursinya setelah melihat aksi ninja Bian

"Jangan mendekat atau papan catur meluncur dan DUAR bye-bye masa depan hahaha."

Glup' Abraham dan Zico kompak menelan ludah

"NAH." Bian berteriak lalu menggebrak meja

"Aigoo rewas." Latah Abraham

"Jadi gimna bapak cepet cerita."

"Ada apa yah?." Tanya Zico yang menyeret langkahnya Lalu mengeteki Bian tanda balas dendam

"Adek main tebak-tebakan sama ayah tentang malam itu."

"Oh eh gimna Lo tau?." Tanya Zico melotot dia mulai was was lalu menatap Abraham yang mengedikkan bahu

"Gunain otak." Sombong Bian

"Sombong amad." Zico menoyor kepala Bian yang berakhir gigitan di tangan Zico hingga menimbulkan tato gigi yang sedang Pramuka milik Bian, rapih coy

"Titisan zombie Lo. Ugh sakit, ayah~~~." Rengek Zico pada Abraham yang langsung mundur dua langkah

"Jangan dekati ayah Zico."

"Cepat tuan Abraham."

"Hah seperti nya ayah tak bisa lagi mengelak."

"Berhenti ayah." Zico menatap Bian tajam tangannya mengambil kerah baju Bian

"Bagaimna lo bisa menebaknya." Tatapan tajam Zico tak membuat Bian takut sebaliknya dia mengeluarkan smirk yang bahkan Zico baru tau

Flasbak ch. 13 (waktu Bian dihukum #cenah)

.

(03:00 AM)

Bian tersadar tubuhnya terasa sakit di tambah berat di perutnya

"Richard? Ah Arza." Bian mengelus wajah Arza lalu berbalik si selingin ringisan sakit menghadap si kembar bungsu

"Aristo Arzi." Bian mengelus pipi Arzi lembut

"Papa tak tau apa yang kalian sembunyikan, tapi papa akan melindungi kalian apapun itu."

Bian melangkah dengan pelan kedua kaki pendeknya berjingjit menuju sebuah ruangan yang mana Bian rasa akan menjawab satu pertanyaan yang sedikit menyangkal

Clek'

Pintu itu terbuka menampakkan sebuah ruangan kerja Abraham yang tampak sangat rapi seperti nya sang empunya tidak berada di sini dalam waktu yang lama

Overprotektif Boy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang